Kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang kemudian melahap jaring ikan dan menghanguskan badan kapal yang terbuat dari kayu.
Diketahui 2 orang penumpang kapal berhasil menyelamatkan diri dengan terjun ke laut dan berenang ke tepi pantai. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Itulah sejumlah kapal yang mengalami kecelakaan di Selat Bali yang kembali ramai jadi sorotan publik yang membuka diskusi mengenai pentingnya menjaga keselamatan dalam transportasi laut.
Terbaru, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk di Selat Bali. Kapal mengalami kebocoran akibat dihantam ombak setinggi 2,5 meter yang mengakibatkan kondisinya terbalik dan hanyut hingga akhirnya tenggelam di tengah laut.
Kecelakaan seperti yang terjadi pada KMP Tunu Pratama Jaya juga menjadi peringatan bahwa kondisi alam terutama cuaca buruk bisa terjadi sewakti-waktu dan menyebabkan terjadinya musibah.
Meski KMP Tunu Pratama Jaya rutin menjalani perawatan secara berkala, hantaman ombak tinggi akibat cuaca buruk tak terelakkan hingga membuat kapal tenggelam.
Hingga berita ini diturunkan, 33 penumpang telah ditemukan, terdiri dari 29 orang selamat dan 4 meninggal dunia. Sementara itu, 32 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa faktor alam seperti cuaca ekstrem bisa menjadi ancaman serius dalam pelayaran, meski kapal telah memenuhi standar operasional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini