“Orang asing yang mengagung-agungkan kekerasan dan kebencian bukanlah tamu yang diterima di negara kami,” ujarnya.
Melalui akun Instagramnya di @bobbyvylan, penyanyi ini memaparkan bahwa diam bukanlah pilihan dan tidak mendukung kematian dari ras manapun.
“Diam bukanlah pilihan. Kami tidak mendukung kematian orang Yahudi, Arab, atau ras maupun kelompok manapun,” tulisnya.
Bobby Vylan juga menegaskan bahwa aksinya menargetkan sistem militer, bukan kelompok etnis tertentu, dan menyebut kontroversi hanya untuk mengalihkan perhatian dan isu hak Palestina.
“Kami mendukung pembongkaran mesin militer yang brutal,” lanjutnya.
Aksi kontroversial semakin menempatkan Bob Vylan di persimpangan politik dan seni: mendapatkan dukungan dari sebagian aktivis, namun menimbulkan kecaman, investigasi, dan pencabutan akses masuk ke AS.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana kebebasan berpendapat di panggung bisa menimbulkan konsekuensi besar, terutama ketika menyinggung isu global yang sensitif.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini