“Orang asing yang mengagung-agungkan kekerasan dan kebencian bukanlah tamu yang diterima di negara kami,” ujarnya.
Melalui akun Instagramnya di @bobbyvylan, penyanyi ini memaparkan bahwa diam bukanlah pilihan dan tidak mendukung kematian dari ras manapun.
“Diam bukanlah pilihan. Kami tidak mendukung kematian orang Yahudi, Arab, atau ras maupun kelompok manapun,” tulisnya.
Bobby Vylan juga menegaskan bahwa aksinya menargetkan sistem militer, bukan kelompok etnis tertentu, dan menyebut kontroversi hanya untuk mengalihkan perhatian dan isu hak Palestina.
“Kami mendukung pembongkaran mesin militer yang brutal,” lanjutnya.
Aksi kontroversial semakin menempatkan Bob Vylan di persimpangan politik dan seni: mendapatkan dukungan dari sebagian aktivis, namun menimbulkan kecaman, investigasi, dan pencabutan akses masuk ke AS.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana kebebasan berpendapat di panggung bisa menimbulkan konsekuensi besar, terutama ketika menyinggung isu global yang sensitif.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Liburan Membawa Petaka! Warga Jember Ini Disiksa, Dipalu hingga Dirantai Suami Sendiri Karena Cekcok Biaya Masuk Anak Sekolah
Momen Haru Pencarian Taruna SMK Kelautan Puger Jember Menyusuri Pulau Tak Berpenghuni di Sumenep, Warganet Khawatirkan Kondisi Orang Tua Badrus Sholeh
5 Fakta Insiden Meninggalnya 2 Mahasiswa UGM yang Tenggelam di Maluku Tenggara, Longboat Terbalik Usai Dihantam Ombak
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Naik per 1 Juli 2025, Pertamax hingga Dexlite Alami Penyesuaian
BRI Sabet 15 Penghargaan Internasional di FinanceAsia 2025, Bukti Ketangguhan Bank Rakyat hingga Kancah Global
KMP Mulai Terbentuk, Komisi A DPRD Jember Warning Para Pengurus: Harus Mampu Menjalankan Visi Misi Koperasi