Dimana hipotermia sendiri adalah kondisi ketika suhu inti tubuh turun drastis di bawah normal, di ketinggian, di mana suhu udara sangat rendah dan angin kencang sering terjadi, sehingga risiko hipotermia meningkat berkali lipat.
Gejala awal dapat berupa menggigil hebat, kebingungan, dan kesulitan berbicara, yang jika tidak ditangani segera dapat berujung pada hilangnya kesadaran, henti jantung, dan kematian.
Tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh komunitas pendaki mengenai persiapan yang matang, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem, serta pentingnya membawa peralatan yang memadai untuk menghadapi kondisi terburuk di gunung.
Setelah Juliana Marins yang meninggal di Gunung Rinjani Indonesia, insiden Chiaki Inada ini menambah daftar panjang korban jiwa di kalangan pendaki internasional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini