Kamis, 4 Juni 2026

Hampir Bersamaan dengan Juliana Marins, Pendaki Jepang Chiaki Inada Meninggal Dunia Saat Mendaki Gunung Huascaran Peru Karena Hal Ini

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 08:30 WIB
Chiaki Inada (rambut pirang) meninggal di Gunung Huascaran Peru  (X @rcrperu)
Chiaki Inada (rambut pirang) meninggal di Gunung Huascaran Peru (X @rcrperu)

Dimana hipotermia sendiri adalah kondisi ketika suhu inti tubuh turun drastis di bawah normal, di ketinggian, di mana suhu udara sangat rendah dan angin kencang sering terjadi, sehingga risiko hipotermia meningkat berkali lipat. 

Baca Juga: 9 Kasus Pendaki Terjatuh hingga Hilang di Gunung Rinjani, Terbaru WNA Brasil yang Terperosok ke Danau Sagara Anak

Gejala awal dapat berupa menggigil hebat, kebingungan, dan kesulitan berbicara, yang jika tidak ditangani segera dapat berujung pada hilangnya kesadaran, henti jantung, dan kematian.

Tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh komunitas pendaki mengenai persiapan yang matang, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem, serta pentingnya membawa peralatan yang memadai untuk menghadapi kondisi terburuk di gunung.

Setelah Juliana Marins yang meninggal di Gunung Rinjani Indonesia, insiden Chiaki Inada ini menambah daftar panjang korban jiwa di kalangan pendaki internasional.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Metro TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X