Dimana hipotermia sendiri adalah kondisi ketika suhu inti tubuh turun drastis di bawah normal, di ketinggian, di mana suhu udara sangat rendah dan angin kencang sering terjadi, sehingga risiko hipotermia meningkat berkali lipat.
Gejala awal dapat berupa menggigil hebat, kebingungan, dan kesulitan berbicara, yang jika tidak ditangani segera dapat berujung pada hilangnya kesadaran, henti jantung, dan kematian.
Tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh komunitas pendaki mengenai persiapan yang matang, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem, serta pentingnya membawa peralatan yang memadai untuk menghadapi kondisi terburuk di gunung.
Setelah Juliana Marins yang meninggal di Gunung Rinjani Indonesia, insiden Chiaki Inada ini menambah daftar panjang korban jiwa di kalangan pendaki internasional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Update Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Jurang Gunung Rinjani Kedalam 600 Meter Telah Meninggal Dunia
Mengenal Golden Times 72 Jam, Merujuk Peluang Hidup Krusial dalam Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Gunung Rinjani
Tim SAR Dibully Usai Evakuasi Pendaki Brasil yang Jatuh di Rinjani, Analis Basarnas: Penyelamatan di Gunung Kompleks dan Berbahaya
Sederet Fakta Mengejutkan Terkait Kasus WNA Brasil yang Terjatuh di Gunung Rinjani, Juliana Marins Baru Pertama Kali Mendaki Gunung?
Belajar dari Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Rinjani, Inilah Daftar Do dan Don't Saat Pendakian Gunung Agar Kamu Kembali Pulang dengan Selamat