Kamis, 4 Juni 2026

Hampir Bersamaan dengan Juliana Marins, Pendaki Jepang Chiaki Inada Meninggal Dunia Saat Mendaki Gunung Huascaran Peru Karena Hal Ini

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 08:30 WIB
Chiaki Inada (rambut pirang) meninggal di Gunung Huascaran Peru  (X @rcrperu)
Chiaki Inada (rambut pirang) meninggal di Gunung Huascaran Peru (X @rcrperu)

SketsaNusantara.id - Belum usai duka kita terhadap meninggalnya Juliana Marins di Gunung Rinjani, dunia pendakian kembali berduka.

Seorang pendaki asal Jepang bernama Chiaki Inada, dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah dievakuasi dari puncak Gunung Huascaran, Peru.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Metro TV, Chiaki Inada (40) mengalami hipotermia ekstrem sebelum meninggal dunia.

Baca Juga: Kronologi Detik-Detik Juliana Marins Jatuh di Rinjani, Ali Mustofa Pemandu Gunung Ungkapkan Fakta yang Sebenarnya

Inada bersama rekannya Saki Terada (36) ditemukan berada di ketinggian 6500 mdpl dalam kondisi hipotermia.

Gunung Huascaran diketahui memiliki cuaca ekstrim dengan keringgian diatas 6000 mdpl ini rupanya bisa minus hingga -30°Celsius.

Setelah di ketinggian 6500 yang sangat membeku dan alami hipotermia, Inada meninggak dunia dalam perjalanan saat naik helikopter kenuju rumah sakit terdekat. Kemudian rekannya, Saki Terada selamat dan sudah melewati masa kritisnya.

Baca Juga: Hasil Autopsi Juliana Marins Korban Jatuh di Gunung Rinjani, Dokter Forensik Ungkap Waktu dan Meninggalnya Karena Apa

Gunung Huascaran sendiri terletak di pegunungan di Peru yang menjadi destinasi gunung favorit di seluruh dunia.

Asosiasi Pemandu Gunung Peru menyebutkan bahwa kedua pendaki asal Jepang itu tersesat karena kabut tebal yang tiba-tiba menyelimuti gunung. 

Tim penyelamat Kepolisian Peru menerima panggilan darurat dari Inada dan rekannya melalui perangkat InReach mereka pada 24 Juni 2025, setelah mereka menghabiskan dua malam terdampar di ketinggian. 

Baca Juga: Belajar dari Kasus Juliana Marins di Gunung Rinjani, Warganet Sarankan Pemerintah Gunakan Drone untuk Misi Penyelamatan di Area Wisata Beresiko Tinggi

Salju tebal dan jarak pandang yang buruk semakin mempersulit situasi sehingga meskipun tim penyelamat berhasil mencapai lokasi dan mengevakuasi kedua pendaki, Chiaki Inada dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.

Kematian Chiaki Inada kembali menjadi pengingat pahit tentang bahaya hipotermia, terutama bagi pendaki di gunung-gunung tinggi. 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Metro TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X