news

Belajar dari Kasus Juliana Marins di Gunung Rinjani, Warganet Sarankan Pemerintah Gunakan Drone untuk Misi Penyelamatan di Area Wisata Beresiko Tinggi

Kamis, 26 Juni 2025 | 07:06 WIB
Potret Drone yang bisa jadi opsi untuk misi penyelamatan wisatawan terjatuh di area wisata beresiko tinggi seperti di Gunung Rinjani (Instagram/fakta.indo)

Baca Juga: Sederet Fakta Mengejutkan Terkait Kasus WNA Brasil yang Terjatuh di Gunung Rinjani, Juliana Marins Baru Pertama Kali Mendaki Gunung?

Proses penyelamatan yang memakan waktu berhari-hari menuai protes warganet Brasil, bahkan akun Instagram Prabowo dibanjiri komentar pedas.

Mereka mengkritik kinerja pemerintah yang sangat terlambat hingga "menelantarkan" Juliana dalam kondisi lapar, haus, bahkan kedinginan.

Sementara itu, warganet Indonesia terbelah. Ada yang memuji kinerja tim SAR dan para relawan mengingat cuaca ekstrem serta kondisi medan yang berbahaya.

Namun, di sisi lain warganet menyayangkan karena perkembangan teknologi saat ini memungkinkan ada alat seperti drone pengangkut alat berat yang bisa digunakan untuk misi penyelamatan.

Baca Juga: Mengenal Golden Times 72 Jam, Merujuk Peluang Hidup Krusial dalam Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Gunung Rinjani

"Seandainya tim SAR atau BASARNAS punya drone, lalu di isi kue, selimut, dan oksigen portable mungkin beda cerita. RIP For Juliana Marins korban jurang gunung Rinjani," komentar akun X @ilhampid yang ikut menyoroti soal kasus Juliana Marins di Gunung Rinjani.

Warganet juga ikut menyarankan pemerintah mulai berbenah dan memiliki drone canggih yang bisa digunakan untuk misi penyelamatan di area wisata berbahaya.

Jika drone berat tersedia, mungkin saja bantuan bisa sampai lebih cepat, memanfaatkan golden time tersebut untuk meningkatkan peluang keselamatan korban.

"Terima kasih sebesar-besarnya untuk tim @sar_nasional dan seluruh petugas yang telah mengevakuasi Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang jatuh saat mendaki Gunung Rinjani," tulis akun Instagram @fakta.indo.

Baca Juga: Tim SAR Dibully Usai Evakuasi Pendaki Brasil yang Jatuh di Rinjani, Analis Basarnas: Penyelamatan di Gunung Kompleks dan Berbahaya

"Jika boleh kasih masukan, kini ada teknologi drone yang mampu mengangkat beban 30 sampai 40 kg dengan ketahanan angin hingga 43 km/jam," imbuhnya.

Akun @fakta.indo menyarankan pemerintah memiliki drone berat seperti DJI FlyCart 30 atau Rhaegal, yang mampu mengangkut beban lebih dari 30 kg. Disebutkan harganya mencapai USD 23.500 atau sekitar Rp300 juta.

"Bila dimanfaatkan, drone seperti ini bisa digunakan untuk mengirim bantuan awal seperti selimut, makanan ringan, atau minuman ke lokasi korban, terutama di medan ekstrem," tuturnya.

"Ini bukan iklan atau jualan tapi bisa jadi usulan. Mungkin penggunaan teknologi drone seperti ini bisa dipertimbangkan sebagai pendukung tim SAR dalam operasi penyelamatan ke depannya," pungkas akun tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini