Proses penyelamatan yang memakan waktu berhari-hari menuai protes warganet Brasil, bahkan akun Instagram Prabowo dibanjiri komentar pedas.
Mereka mengkritik kinerja pemerintah yang sangat terlambat hingga "menelantarkan" Juliana dalam kondisi lapar, haus, bahkan kedinginan.
Sementara itu, warganet Indonesia terbelah. Ada yang memuji kinerja tim SAR dan para relawan mengingat cuaca ekstrem serta kondisi medan yang berbahaya.
Namun, di sisi lain warganet menyayangkan karena perkembangan teknologi saat ini memungkinkan ada alat seperti drone pengangkut alat berat yang bisa digunakan untuk misi penyelamatan.
"Seandainya tim SAR atau BASARNAS punya drone, lalu di isi kue, selimut, dan oksigen portable mungkin beda cerita. RIP For Juliana Marins korban jurang gunung Rinjani," komentar akun X @ilhampid yang ikut menyoroti soal kasus Juliana Marins di Gunung Rinjani.
Warganet juga ikut menyarankan pemerintah mulai berbenah dan memiliki drone canggih yang bisa digunakan untuk misi penyelamatan di area wisata berbahaya.
Jika drone berat tersedia, mungkin saja bantuan bisa sampai lebih cepat, memanfaatkan golden time tersebut untuk meningkatkan peluang keselamatan korban.
"Terima kasih sebesar-besarnya untuk tim @sar_nasional dan seluruh petugas yang telah mengevakuasi Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang jatuh saat mendaki Gunung Rinjani," tulis akun Instagram @fakta.indo.
"Jika boleh kasih masukan, kini ada teknologi drone yang mampu mengangkat beban 30 sampai 40 kg dengan ketahanan angin hingga 43 km/jam," imbuhnya.
Akun @fakta.indo menyarankan pemerintah memiliki drone berat seperti DJI FlyCart 30 atau Rhaegal, yang mampu mengangkut beban lebih dari 30 kg. Disebutkan harganya mencapai USD 23.500 atau sekitar Rp300 juta.
"Bila dimanfaatkan, drone seperti ini bisa digunakan untuk mengirim bantuan awal seperti selimut, makanan ringan, atau minuman ke lokasi korban, terutama di medan ekstrem," tuturnya.
"Ini bukan iklan atau jualan tapi bisa jadi usulan. Mungkin penggunaan teknologi drone seperti ini bisa dipertimbangkan sebagai pendukung tim SAR dalam operasi penyelamatan ke depannya," pungkas akun tersebut.
Artikel Terkait
Tersesat Selama 2 Hari di Gunung Slamet, Gadis Pendaki Gunung Ini Selamat Karena Ikuti Petunjuk Hewan Ini
Tak Cukup Informasi Status Gunung Raung, Pendaki Gunung Asal Sidoarjo Ini Sempat Terjebak Erupsi
Mengenal Hipotermia dan AMS, Kondisi Penyebab Meninggalnya Dua Pendaki Indonesia Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Saat Mendaki Puncak Carstensz
Belajar dari Kasus Hilangnya Pendaki di Gunung Saeng, Ini 8 Persiapan Utama yang Tak Boleh Diabaikan Pendaki Pemula
Pendaki Asal Brasil Juliana Marins Terjatuh di Jurang Gunung Rinjani, Terjebak di Kedalaman 500 Meter Proses Evakuasi Terkendala Medan Ekstrem
Belajar dari Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Rinjani, Inilah Daftar Do dan Don't Saat Pendakian Gunung Agar Kamu Kembali Pulang dengan Selamat