news

Belajar dari Kasus Juliana Marins di Gunung Rinjani, Warganet Sarankan Pemerintah Gunakan Drone untuk Misi Penyelamatan di Area Wisata Beresiko Tinggi

Kamis, 26 Juni 2025 | 07:06 WIB
Potret Drone yang bisa jadi opsi untuk misi penyelamatan wisatawan terjatuh di area wisata beresiko tinggi seperti di Gunung Rinjani (Instagram/fakta.indo)

 

SketsaNusantara.id - Kasus Juliana Marins, warga negara Brasil yang meregang nyawa setelah terjatuh dari tebing dekat puncak Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuka diskusi tentang kesiapan Indonesia dalam menangani operasi penyelamatan di medan ekstrem.

Banyak warganet menyarankan pemerintah Indonesia untuk membeli drone yang mampu mengangkut beban berat hingga 30 kg untuk misi penyelamatan.

Teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk mengirimkan bantuan seperti makanan, air, selimut, atau bahkan oksigen portabel ke lokasi yang sulit dijangkau, seperti jurang atau kawah gunung berapi.

Namun, saran ini menjadi perdebatan karena berbagai hambatan, termasuk masalah biaya hingga adanya kecurigaan soal potensi korupsi dan prioritas program pemerintah lainnya.

Baca Juga: 9 Kasus Pendaki Terjatuh hingga Hilang di Gunung Rinjani, Terbaru WNA Brasil yang Terperosok ke Danau Sagara Anak

Tragedi Juliana Marins menyoroti pentingnya "golden time" dalam operasi penyelamatan, yakni waktu kritis di mana korban masih memiliki peluang besar untuk diselamatkan.

Juliana terjatuh pada hari Sabtu, 21 Juni 2025. Wanita berusia 26 tahun itu awalnya berada pada jurang dengan kedalaman 400 meter dan terpantau masih hidup setelah dicek menggunakan drone milik turis yang masih satu rombongan dengan korban.

Dalam rekaman video yang beredar di medsos, tampak Juliana berusaha bertahan dan tak bisa bergerak karena kedinginan.

Bahkan suara jeritan Juliana masih bisa terdengar beberapa jam oleh tim penyelamat. Namun, karena medan curam dan cuaca ekstrem berkabut, penyelamatan harus dilakukan secara manual.

Baca Juga: 4 Alasan Evakuasi Juliana Marins Tidak Bisa Gunakan Helikopter, Pengamat Penerbangan Gerry Soetjatman: Heli Basarnas...

Lokasi jatuhnya Juliana berpindah 600 hingga 900 meter dan kondisi cuaca yang buruk, tim Badan SAR Nasional (Basarnas) harus menuruni tebing secara manual sehingga memakan waktu berhari-hari.

Proses penyelamatan pun dikabarkan secara periodik melalui akun Instagram resmi Basarnas dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Tim gabungan dari Basarnas dan para relawan ikut membantu proses penyelamatan dengan sangat hati-hati mengingat medan yang sangat curam. Bahkan berhari-hari para relawan ikut menginap di puncak.

Namun, sayangnya tim gabungan tak bisa tepat waktu dan Juliana Marins akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Setelah proses 4 hari penyelamatan jenazah Juliana diangkat dari kedalaman 900 meter dan dibawa ke Rumah Sakit menggunakan helikopter.

Halaman:

Tags

Terkini