SketsaNusantara.id - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengkonfirmasi bahwa lokasi nuklir Iran yaitu Fordow, Natanz, dan Esfahan telah terkena serangan.
Pernyataan ini muncul setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir milik Iran.
Berdasarkan analisis dari informasi yang IAEA peroleh, badan atom internasional tersebut menilai bahwa telah terjadi kerusakan tambahan di Esfahan.
Sebelumnya, menurut IAEA, Israel telah beberapa kali menyerang fasilitas nuklir di Esfahan sejak mulai menargetkan nuklir Iran pada 13 Juni 2025.
Hal ini berdasarkan pernyataan dari Direktur Jenderal Rafael Mariano Grossi pada 22 Juni 2025.
IAEA sebelumnya telah melaporkan bahwa beberapa bangunan di kompleks Esfahan mengalami kerusakan dan sebagian mungkin berisi bahan nuklir.
“Serangan terbaru pada dini hari tadi merusak bangunan-bangunan lain di Esfahan. Selain itu, kami juga memastikan bahwa pintu-pintu masuk ke terowongan bawah tanah di lokasi tersebut ikut terdampak.” ujar Grossi seperti yang dikutip SketsaNusantara.id dari portal resmi IAEA.
Organisasi ini juga menambahkan belum bisa memastikan tingkat kerusakan di fasilitas pengayaan uranium di Fordow. Pasalnya, fasilitas ini berada di bawah tanah sehingga sulit dijangkau untuk dilakukan penilaian langsung.
Menurut IAEA, fasilitas nuklir Iran di Fordow dibangun jauh di dalam pegunungan di Iran tengah. Lokasi tersebut memiliki sifat penetratif dari bom yang digunakan.
IAEA dalam keterangannya mengkonfirmasi bahwa tidak ada peningkatan radiasi di luar lokasi yang dilaporkan.
“Sudah jelas bahwa Fordow juga terkena dampak secara langsung, tetapi sejauh mana kerusakan di dalam ruang pengayaan uranium belum bisa dipastikan,” tambah Grossi.