Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten, Kombes Pol Yudhis Wibisana, menyebutkan bahwa Marpuah juga mencoba menipu dua wanita lain dari Jawa Tengah dan Jawa Barat, namun belum berhasil mendapatkan uang dari calon korban.
Selama pemeriksaan, Marpuah juga mengaku menghancurkan barang bukti berupa ponsel Samsung miliknya, yang menyulitkan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus yang menimpa Kani Dwi ini menjadi peringatan akan maraknya penipuan love scamming di media sosial.
Ia berharap postingannya di medsos dapat mencegah munculnya korban lain dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berhati-hati terutama saat berinteraksi dengan orang tak dikenal.
Namun, bukannya mendapat simpati, sejumlah warganet lantas menyindir Kani Dwi yang dianggap kurang berhati-hati. Apalagi, ia mendukung pelaku melakukan praktik kerja melalui "orang dalam".
"Kok bisa sih? lucu juga sih, sekelas staff pribadi Prabowo kena tipu.. Mungkin ini jadi pelajaran juga ya mbak, supaya sadar karena situ ikut bantu orang masuk kerja via ordal (orang dalam)," komentar netizen.
"Yaa namannya manusia, kalo udah jatuh cinta mah jadi begitu semua. Kalo bukan staff Prabowo gak rame. Dari kasus ini kita tahu staff presiden kaya dia ini terbukti support administrasi orang dalem, emang lucu gitu masih kena tipu juga," komentar netizen lainnya.
Video penggerebekan pelaku love scamming yang diunggah Kani sudah dihapus dari TikTok. Meski begitu, warganet mengunggah ulang di Instagram hingga kembali viral di medsos.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini