SketsaNusantara.id - Bonnie Triyana, sejarahwan yang kini duduk di kursi dewan soroti pernyataan Fadli Zon perihal pemerkosaan Massal 1998.
Politisi PDI Perjuangan ini membantah pernyataan Menteri Kebudayaan periode 2024-2029 yang menyebutkan insiden Pemerkosaan Massal 1998 tidak tercatat dalam buku sejarah.
Pemimpin redaksi majalah sejarah ini bahkan menyertakan buku yang memuat salah satu tragedi kelam bangsa Indonesia itu.
“Ada, Pak Menteri, Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia edisi pemutakhiran Jilid VI, halaman 669,” ungkap Bonnie lewat cuitan di akun X-nya @bonnietriyana.
Kurator museum berusia 45 tahun ini juga mengunggah foto halaman yang dimaksud dalam buku tersebut.
“Selain itu, terjadi pula pemerkosaan terhadap sejumlah besar perempuan-perempuan Indonesia keturunan Cina,” begitu isi paragraf terakhir di halaman 669 buku Sejarah Nasional Indonesia edisi Pemutakhiran Jilid VI.
Buku tersebut yang ditulis Tim Nasional Penulisan Sejarah Indonesia yag terdiri dari Marwati Djoened, Poesponegoro dan Nugrono Notosusanto.
Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustama tahun 2008 dan tahun 2019 untuk cetakan ketujuh.
Menariknya buku tersebut juga tersedia di perpustakaan online milik politisi Partai Gerindra tersebut, Fadli Zon Library.
“Tersedia di perpus sendiri padahal,” komentar netizen yang mengunggah halaman situs perpustakaan online Fadli Zon.