Kamis, 4 Juni 2026

Suhu Makkah Tembus 46 Derajat, PPIH Imbau Jemaah Haji Tak Paksakan Diri Ibadah Sunnah Jelang Pulang ke Tanah Air

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 15 Juni 2025 | 12:45 WIB
PPIH mengimbau jemaah haji agar tak memaksakan ibadah sunnah mengingat suhu ekstrem di Makkah. (Pexels/Shams Alam Ansari)
PPIH mengimbau jemaah haji agar tak memaksakan ibadah sunnah mengingat suhu ekstrem di Makkah. (Pexels/Shams Alam Ansari)

SketsaNusantara.id - Memasuki fase pemulangan gelombang pertama jemaah haji Indonesia, cuaca ekstrem menjadi perhatian utama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Dengan suhu siang hari di Kota Makkah yang mencapai 46 derajat Celcius, jemaah, terutama lansia dan kelompok rentan, diminta untuk lebih bijak dalam menjalani aktivitas ibadah.

Wakil Pengendali Teknis Bidang Media Center Haji, Akhmad Fauzin, menekankan pentingnya menghindari ibadah sunnah yang dilakukan di tengah suhu tinggi.

Baca Juga: Menag Konfirmasi Tidak Ada Pembahasan Terkait Pembatasan Kuota Haji Indonesia hingga 50 Persen Seperti yang Diberitakan, Simak Fakta Selengkapnya

"Cuaca siang hari di Makkah mencapai 46 derajat Celcius. Kami mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah," kata Fauzin dalam konferensi pers di Makkah, Sabtu 14 Juni 2025.

Ia menjelaskan bahwa aktivitas fisik yang berlebihan di cuaca panas dapat memperparah kondisi kesehatan, terutama jelang perjalanan panjang pulang ke Indonesia.

"Sebaiknya pilih waktu (ibadah) seperti pagi hari setelah Subuh atau malam hari," tambahnya.

Baca Juga: Resmi Haji! Ananda Omesh Bagikan Kisahnya Bareng Dian Ayu Saat Melaksanakan Wukuf di Arafah: Kami Berdua...

Langkah ini bukan hanya untuk mencegah kelelahan, tetapi juga menjaga stamina agar jemaah tetap fit saat menghadapi proses pemulangan.

Selain faktor kesehatan, PPIH juga memberikan imbauan administratif penting, terutama bagi jemaah yang menggunakan dokumen perjalanan berupa Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

Mereka diminta segera melapor kepada petugas ketika tiba di bandara Jeddah atau Madinah untuk mempermudah proses keimigrasian.

"Proses pelaporan ini penting agar petugas bisa membantu pengesahan SPLP," jelas Fauzin.

Baca Juga: Arab Saudi Wacanakan Pangkas Persen Kuota Haji, Kesehatan Jemaah Indonesia Jadi Sorotan

Pada Sabtu, 14 Juni 2025, sebanyak 19 kloter dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui dua bandara utama, yaitu King Abdul Aziz (Jeddah) dan Amir Muhammad bin Abdul Aziz (Madinah).

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X