“Hubungan kerja samanya harus kita lakukan tapi win-win,” ujar Bahlil dalam keterangannya.
Salah satu aspek penting dalam kesepakatan tersebut adalah pengembangan zona industri berkelanjutan yang ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan kawasan industri hijau.
Beberapa tempat yang menjadi target rencana tersebut yaitu Batam, Bintan, dan Karimun di Provinsi Kepulauan Riau.
Baca Juga: Kementerian ESDM Laporkan Hasil Evaluasi di Lapangan Terkait Izin Tambang Nikel di Raja Ampat
Menurut Kementerian ESDM, pembangunan kawasan ini bertujuan menarik investasi di sektor energi baru dan terbarukan, serta memperkuat arus perdagangan listrik antar negara.
Sebagai langkah awal, akan dibentuk tim kerja bersama yang terdiri dari perwakilan kedua negara untuk mengawal dan mengelola proyek SIZ (Sustainable Industrial Zone).
Tim ini akan mengkoordinasikan langkah-langkah teknis dan strategis agar proyek bisa berjalan sesuai rencana.
Kementerian ESDM akan menjadi pemimpin bersama dari task force tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia aktif memimpin arah dan pelaksanaan proyek.
Di mana tugasnya yaitu memastikan realisasi ruang lingkup dalam industri rendah karbon serta berkelanjutan.
Hal ini didukung oleh infrastruktur dan iklim investasi yang kondusif.
Adapun ruang lingkup industri di SIZ yaitu terkait energi rendah karbon serta penyimpanan atau baterai dan berbagai sektor relevan yang mendukung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!