news

Apa itu Strawberry Moon? Inilah 3 Fakta Menarik Fenomena Menakjubkan Bulan Purnama Merah yang Menghiasi Langit dan Dapat Diamati dari Indonesia

Kamis, 12 Juni 2025 | 10:15 WIB
Potret fenomena Strawberry Moon, bulan purnama kemerahan yang terlihat jelas di Indonesia pada malam hari Rabu, 11 Juni 2025 (X/danaadamnika)

SketsaNusantara.id – Langit malam Indonesia dihiasi oleh fenomena Strawberry Moon yang terjadi pada hari Rabu, 11 Juni 2025.

Fenomena ini terjadi saat bulan purnama muncul dengan warna kemerahan, kekuningan, hingga oranye yang lembut dan memberikan nuansa berbeda dari bulan purnama biasa.

Strawberry Moon menjadi salah satu peristiwa astronomi yang mencuri perhatian publik, terlebih bagi para penggemar astronomi yang menantikan fenomena alam ini sebagai salah satu peristiwa langit yang menarik untuk diamati.

Baca Juga: Apa itu Worm Blood Moon? Intip 5 Fakta Menarik Fenomena Langka Bulan Darah yang Bisa Dilihat di Indonesia saat Gerhana Bulan Total 14 Maret 2025

Keindahan dan keunikannya menjadikan momen bulan purnama ini layak untuk dinikmati. Banyak warganet yang mengabadikan fenomena Strawberry Moon yang menghiasi langit malam Indonesia.

Foto-foto bulan purnama pun tersebar luas di media sosial. Strawberry moon bersinar terang dan terlihat jelas di langit yang tak berawan, menambah keindahan suasana malam di Tanah Air.

Berikut adalah sederet fakta menarik seputar Strawberry Moon, dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @astronomi_ina dan berbagai sumber.

Baca Juga: Apa Itu Cloud Iridescence? Viral Fenomena Pelangi di Atas Awan Terjadi di Pangandaran, Ternyata Berdampak Buruk bagi Lingkungan, Ini Penjelasannya

1. Proses Pembentukan Strawberry Moon

Strawberry Moon atau Purnama Stroberi adalah fenomena alam unik yang terjadi saat bulan berada di posisi terdekat dengan cakrawala (horizon) selama musim panas di belahan bumi utara.

Warna kemerahan atau kekuningan pada bulan ini disebabkan oleh fenomena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Ketika bulan berada rendah di langit, cahaya matahari yang memantul dari permukaan bulan harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal dibandingkan saat bulan berada tinggi.

Baca Juga: Catat Urutan Fenomena Astronomi pada Mei 2025, Ada Hujan Meteor dan Parade Planet

Partikel-partikel di atmosfer menyebarkan panjang gelombang cahaya biru dan ungu, sehingga warna merah, kuning, atau oranye lebih dominan, menciptakan efek visual yang dramatis.

Halaman:

Tags

Terkini