Suku Aquinon menamakan bulan purnama di bulan Juni sebagai "Strawberry Moon" karena ini adalah waktu ketika stroberi liar mulai matang dan siap dipanen di wilayah Amerika Utara.
Fenomena ini di beberapa negara Eropa disebut sebagai "Rose Moon" atau "Honey Moon" yang menandai musim mekarnya bunga mawar atau panen madu.
Pada momen ini, beberapa negara Eropa menyelenggarakan festial menandai musim mekarnya bunga mawar pada bulan Juni.
Itulah sederet fakta menarik Strawberry Moon atau Purnama Stroberi yang ramai jadi sorotan di Indonesia.
Fenomena Strawberry Moon pada 11 Juni 2025, menjadi pengingat keindahan alam semesta yang dapat dinikmati tanpa alat khusus.
Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah saat masuk waktu senja atau setelah matahari terbenam.
NASA menyebut fenomena ini masih bisa dilihat dalam beberapa hari sejak hari hari Selasa, 10 Juni dan puncaknya terlihat jelas pada hari Rabu, 11 Juni 2025.
Fenomena ini terlihat jelas di langit malam Indonesia meski tanpa bantuan alat khusus.
Untuk hasil terbaik, fenomena ini bisa diamati dengan jelas menggunakan bantuan teleskop di saat cuaca langit tak mendung atau berawan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Pintu Langit Sky View Dieng, Destinasi Instagramable dengan Pesona Golden Sunrise di Wonosobo
Bikin Takjub, Fenomena Awan Berlubang di Langit Jember Viral di Media Sosial, Benarkah Karena Jejak UFO di Indonesia? Begini Penjelasan BMKG
Heboh, Beredar Video Benda Bercahaya Jatuh dari Langit Sumatera Selatan, Benarkah Ada Meteor Jatuh di Indonesia? Begini Tanggapan BRIN
Viral Wisata Gunung Watangan Jember! Hidden Gem di Tangga Langit yang Memacu Adrenalin, Cocok untuk Healing dengan Pesona Pemandangan Sunset Memukau
Seolah Langit Ikut Menangis, Quraish Shihab Sebut Hujan Saat Pemakaman Ibrahim Sjarief Assegaf sebagai Tanda Rahmat Tuhan, Ini Maknanya Menurut Islam
Heboh Kemunculan Angin Puting Beliung di Laut Situbondo Bikin Warganet Khawatir Merembet ke Daratan, Begini Penjelasan BMKG