Minggu, 19 Juli 2026

Apa itu Strawberry Moon? Inilah 3 Fakta Menarik Fenomena Menakjubkan Bulan Purnama Merah yang Menghiasi Langit dan Dapat Diamati dari Indonesia

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 Juni 2025 | 10:15 WIB
Potret fenomena Strawberry Moon, bulan purnama kemerahan yang terlihat jelas di Indonesia pada malam hari Rabu, 11 Juni 2025 (X/danaadamnika)
Potret fenomena Strawberry Moon, bulan purnama kemerahan yang terlihat jelas di Indonesia pada malam hari Rabu, 11 Juni 2025 (X/danaadamnika)

Selain itu, kondisi cuaca seperti debu, asap, atau polusi juga dapat memperkuat warna bulan, membuatnya tampak lebih merah atau oranye yang terlihat lebih hangat.

Proses ini sepenuhnya alami dan bergantung pada posisi bulan serta kondisi atmosfer di Bumi.

Baca Juga: Jadi Warisan Sunan Kalijaga Wali Songo, Terungkap Perbedaan Antara Ilmu Falak dan Astronomi, Serupa Tapi Tak Sama?

2. Fenomena Langka Purnama Merah

Menariknya, posisi Strawberry Moon yang terlihat tahun 2025 ini berada pada posisi lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.

NASA menyebut Strawberry Moon tahun ini berada di posisi lebih rendah karena berada pada siklus major lunar Standstill dan merupakan fenomena langka yang terjadi setiap 18 tahun sekali.

Siklus ini terjadi karena kemiringan orbit bulan berubah-ubah secara perlahan karena terpengaruh tarikan gravitasi Matahari.

Strawberry Moon bisa dilihat saat fase bulan purnama di bulan Juni atau sekitar titik balik matahari musim panas (summer solstice) di belahan bumi utara.

Baca Juga: Unik, NASA Ungkap Terjadinya Fenomena Langka 'Smiley Face' yang Bisa Dilihat 25 April 2025, Penampakan dari Indonesia Bakal Jadi 'Sad Face'?

Namun, intensitas warna merah atau oranye pada Strawberry Moon bisa bervariasi setiap tahun, tergantung pada kondisi atmosfer.

Purnama merah bisa muncul setiap tahun, namun pengalaman visualnya bisa sangat berbeda dari satu tahun ke tahun lainnya, membuatnya tetap menarik untuk diamati.

3. Mengapa Disebut Strawberry Moon?

Mengutip dari akun Instagram @astronomi_ina, nama "Strawberry Moon" tidak berkaitan dengan warna bulan.

Nama ini diambil berasal dari tradisi suku asli Amerika, khususnya suku Algonquin yang menandai datangnya musim panen stroberi.

Baca Juga: Viral, Fenomena Unik Gumpalan Putih dari Langit Mendarat di Kalimantan Tengah Mirip 'Awan Kinton' Dragon Ball, Begini Penjelasan BMKG

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: nasa.gov

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X