SketsaNusantara.id - Nadiem Makarim akhirnya muncul usai kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Riset mencuat.
Mantan bos Gojek ini menggelar konferensi pers terkait dugaan korupsi dalam kebijakan yang dikeluarkannya.
Konferensi pers tersebut digelar pada Selasa, 10 Juni 2025 di kawasan Jakarta Selatan.
Hotman Paris yang ditunjuk sebagai kuasa hukumnya terlihat hadir dan duduk di samping Nadiem Makarim saat ia memberikan pernyataan, termasuk alasan lahirnya kebijakan pengadaan laptop chromebook.
Kepada awak media, Nadiem Makarim mengungkapkan 2 alasannya mengeluarkan kebijakan tersebut.
Ia pun menceritakan awal mula munculnya kebijakan pengadaan alat TIK saat masa jabatannya, yakni 2019-2021.
“Tahun 2020, krisis pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi krisis kesehatan, tapi juga krisis pendidikan,” ujar Nadiem membuat klarifikasinya.
Sebagai Menteri Pendidikan pada saat itu, Nadiem mulai membuat mitigas risiko saat pandemi Covid-19 membatasi aktivitas manusia, temasuk kegiatan belajar-mengajar.
Ia pun memutuskan untuk melakukan mitigasi dengan cepat dan efisien agar proses pembelajar bisa terus berjalan.
Untuk mencegah terjadinya learning loss atau hilangnya pembelajaran, ia pun mengeluarkan progam pengadaan peralatan TIK (teknologi, informasi dan komunikasi).