news

Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat, Keuskupan Katolik di Timika Ikut Bersuara

Senin, 9 Juni 2025 | 19:25 WIB
Monsignor Bernardus Bofitwos Baru, sedang menyampaikan khotah dalam ibadah Pentakosta pertama (Tangkapan layar youtube/Multimedia Tiga Raja Timika)

Menanggapi pernyataan Monsignor Bernardus Bofitwos Baru, warganet memberikan dukungan dan persetujuannya sebagai bentuk perhatian kepada isu krisis lingkungan yang sedang berkembang. 

Baca Juga: Aktivitas Tambang Nikel di Raja Ampat jadi Ancaman Serius, Kementerian Lingkungan Hidup Lakukan Pengawasan secara Ketat

"Terima kasih, Romo sudah menyuarakan kebenaran. Semoga edukasi kepada para warga bisa mengakar kuat. Karena di media massa lainnya, Pemda meminta tambang nikel dilanjutkan", tulis seorang warganet. 

Timpal warganet lain, "Gaungkan dan viralkan terus berita ini, hingga terdengar ke internasional, jangan sampai berita ini tenggelam, gaungkan terus hingga tertutup permanen, dan hukum semua pelaku pelanggar undang2 yg telah ditetapkan". 

Selain keuskupan katolik di Timika, pemuka agama lain yang diketahui turut bersuara terkait isu kerusakan lingkungan di Raja Ampat adalah Ustadz Abdul Somad.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Tags

Terkini