news

Kaya Hayati, Tapi Terancam Tambang: Kenali Kekayaan Tumbuhan dan Satwa Langka Asli Raja Ampat

Sabtu, 7 Juni 2025 | 12:53 WIB
Ilustrasi, burung cendrawasih yang hidup di kepulauan Raja Ampat. (freepik/kuritafsheen77)

SketsaNusantara.id - Meskipun aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat telah dihentikan sementara demi proses peninjauan kondisi lapangan, publik tidak lelah untuk terus menyuarakan protes sampai kegiatan tambang berhenti permanen.

Pasalnya, ini bukan hanya menyoal daerah wisata Raja Ampat ikut tercemar, tetapi yang lebih penting adalah keselamatan ekosistem dan lingkungan di pulau tersebut.

Raja Ampat memang merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati dan hewani yang luar biasa. Ada berbagai macam spesies endemik langka bersembunyi di balik hutan rindangnya.

Baca Juga: Ramai Soal Izin Tambang Nikel di Raja Ampat, Menteri ESDM Ungkap Sudah Ada Sebelum Masuk Kabinet

Lewat tulisan ini, SketsaNusantara.id akan memperkenalkan beberapa keanekaragaman tersebut setelah diambil dari berbagai sumber.

Tumbuhan Endemik di Raja Ampat

Daerah yang ditumbuhi hutan rimbun ini tentu memiliki banyak jenis tanaman asli yang hanya tumbuh di sini. Dihinpun SketsaNusantara.id, tepatnya ada tiga jenis tanaman endemik hidup di hutan Raja Ampat.

Pertama ada Alstonia beatricis atau biasa disebut kayu susu oleh masyarakat lokal. Biasa ditemukan di Pulau Waigeo, pohon ini bisa tumbuh menjulang hingga 12 meter dan memiliki lebar diameter 30. Pohon ini juga mengeluarkan getah putih yang konon berkhasiat sebagai obat.

Baca Juga: Profil PT Gag Nikel, Anak Perusahaan PT Antam BUMN yang Kantongi Izin Penambangan Nikel di Raja Ampat

Setelah itu ada pohon Calophylum parvifolium di daerah timur Waigeo yang tumbuhnya lebih tinggi lagi mencapai 40 meter. Diameternya pun melebar sekitar 80-100.

Terakhir, ada pohon palem khas Raja Ampat bernama Wallaceodoxa Raja Ampat. Uniknya tanaman ini punya kelopak berwarna merah, menjadikannya berbeda dari pohon palem pada umumnya. Tingginya juga menjulang hingga 40 meter, tetapi lebarnya cukup sempit dengan diameter 15-20.

Burung Cendrawasih Endemik

Di kepulauan Raja Ampat, hidup dua jenis burung cendrawasih asli yang takkan bisa ditemukan di daerah lain di Indonesia.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Komentari Pernyataan Bahlil Lahadalia soal Tambang Nikel di Raja Ampat, Eks Menteri Kelautan: Sebaiknya...

Halaman:

Tags

Terkini