Rabu, 24 Juni 2026

Usia Senja, Kakek 75 Tahun Berdayakan Ekonomi Puluhan Kepala Keluarga

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Selasa, 23 Juni 2026 | 22:20 WIB
Mbah Gun (kanan) saat melayani pembeli digudang miliknya. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)
Mbah Gun (kanan) saat melayani pembeli digudang miliknya. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

SketsaNusantara.idUsia lanjut tidak menjadi kendala seseorang dalam menjalankan bisnis. Sebagian orang – berusia lanjut – bekerja justru sebagai hiburan. Bahkan, mereka ada yang lebih produktif. Tidak sekadar mendapat keuntungan pribadi, namun mampu melakukan pemberdayaan perekonomian warga.

Hal itu tergambar pada diri Gunawan.Di usia yang sudah menginjak 75 tahun, Mbah Gun, sapaan akrabnya, masih aktif bekerja. Warga Desa Jantiganggong, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jatim ini mengemudikan sendiri mobil pikup untuk mengantar maupun mengambil barang dagangan ke luar kota.

Sudah puluhan tahun Mbah Gun menjalankan usaha kerajinan tangan berbahan limbah kayu dan bambu. Produknya berupa kandang ayam portabel, pagupon, dan berbagai macam kandang unggas.

Menariknya, dalam bekerja ia tidak mencari keuntungan sendiri, melainkan mampu melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Total, ada 25 kepala keluarga yang bermitra dengan Mbah Gun untuk membuat kandang ayam dan pagupon tersebut.

Baca Juga: Sinergi BRI Jombang-Polres Atasi Keluhan Petani Saat Penghujan, Salurkan Mesin Pengering Jagung Program TJSL

“Anak buah saya ada 25 orang. Kalau kandangnya sudah jadi, mereka memberi kabar lalu saya ambil,” ujar bapak empat anak ini.

Sistem pekerjaan yang diberlakukan Mbah Gun kepada mitranya tersebut ada dua. Dia menjelaskan, kandang ayam portabel dengan ukuran 40 x 80 cm dan tinggi 60 cm itu dibeli dengan harga Rp35 ribu. “Itu kalau mereka beli bahan baku sendiri. Kalau kandang besar saya beli Rp45 ribu,” terang dia.

Kandang ukuran besar yang dimsksud berukuran 70 x 70 cm dengan tinggi 90 cm.

Mbah Gun melanjutkan, cara berikutnya adalah model borong kerja. Per kandang, kata dia, ongkosnya Rp10 ribu untuk yang ukuran kecil. Untuk kandang ukuran besar Mbah Gun memberi onkos kerja kepada anak buahnya sebesar Rp15 ribu. “Yang borong kerja itu semua bahan baku dari saya,” katanya.

Selain model di atas, sebagian barangnya dari pembelian dengan partai besar dari pengrajin yang ada di Tulungagung. 

Baca Juga: Dari Motor Rengkek Hingga Punya Dua Toko: Perjalanan Panjang Samsul Arif, Pedagang di Jombang yang Sukses Berkat KUR BRI

Tidak hanya meraup keuntungan dari penjualan kandang, Mbah Gun juga mendapat laba dari penjualan limbah kayu dan bambu yang dijual kepada mitranya.

Ia mengaku, limbah kayu yang disulap menjadi barang bernilai itu didatangkan dari pabrik pengolahan kayu di Gresik dan Sidoarjo. “Kalau bambu saya disetori pelanggan,” ungkap Mbah Gun.

Keuntungan yang diperoleh Mbah Gun dari bisnis kerajinan tangan tersebut terbilang besar. Ia mengaku, setiap hari omzetnya mencapai Rp2 juta. “Pernah sampai mendapat Rp3 juta. Itu omzet kotor. Keuntungan bersih sekitar 20 persen,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X