SketsaNusantara.id - Tidak semua kesuksesan bisa diraih dengan modal besar. Hal tersebut sebagaimana dialami Samsul Arif (47), warga Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Samsul Arif mengaku memulai usaha dengan modal pas-pasan. Ia mengangkut barang dagangan (aneka kebutuhan pokok) menggunakan motor dan rengkek untuk dijajakan di pasar. Salah satu pasar yang menjadi jujugan Samsul Arif adalah pasar Desa Bandung di Kecamatan Diwek. Setiap pagi ia rutin keliling menawarkan barang dagangannya dari satu kios ke kios lainnya.
Meski lelah, Samsul Arif percaya, suatu saat kerja kerasnya akan membuahkan hasil.
Pada tahun 2007, ada seorang pedagang di pasar Bandung yang menjual tokonya. Meski awalnya sempat ragu karena tidak memiliki cukup uang, Samsul Arif kemudian nekat membeli toko tersebut untuk menjual aneka kebutuhan pokok.
Kesabaran dan kegigihan Samsul, panggilan akrabnya, mulai membuahkan hasil setelah ia memutuskan untuk mengambil pinjaman pertama di BRI pada tahun 2016. Saat itu, Samsul Arif mendapat pinjaman dari program KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebesar Rp25 juta untuk memperbesar usahanya. Pinjaman pertama itu berhasil dilunasi dalam waktu tiga tahun.
Keberhasilan ini menjadi titik balik bagi Samsul, karena membuka akses untuk mendapatkan pinjaman berikutnya. Hingga kini, total pinjaman KUR yang ia dapatkan dari BRI mencapai Rp60 juta.
“Awalnya saya pilih KUR BRI karena bunganya paling ringan dibanding bank lain. Selain itu, karena saya sudah pernah pinjam dan melunasi, proses pinjam kedua, ketiga, dan seterusnya jadi lebih mudah,” ungkap Samsul.
Dukungan modal dari BRI membawa perubahan nyata pada usaha Samsul. Dari awalnya hanya memiliki satu toko, kini ia memiliki dua toko. Samsul juga bisa membeli mobil box untuk kulakan.
“Sekarang usaha lebih lancar. Bisa buka dua toko dan punya mobil box sendiri. Alhamdulillah, semua ini berkat dukungan BRI,” kata Samsul sambil tersenyum bangga.
Tidak hanya aspek bisnis yang mengalami perubahan. Keberhasilan usaha Samsul juga berdampak besar pada kehidupan keluarganya. Tak hanya bisa membeli mobil keluarga, tanah dan rumah, dua anaknya kini juga dapat menempuh pendidikan di pesantren dan perguruan tinggi.
Selain itu, Samsul dan istrinya juga telah mendaftar haji, dan mendapatkan jadwal keberangkatan pada 2029.
Artikel Terkait
Jejak Sukses Usaha Kelor Siti Fatimah di Sleman, Berkat KUR BRI dan Inovasi Produk Lokal yang Mendunia
Kisah Supplier Ikan Pemasok Program MBG Berhasil Kembangkan Usaha Berkat KUR BRI
Kredit KUR BRI Angkat Peternak Ponorogo Ini Jadi Juragan Pakan Ternak, Produksi Sampai 15 Ton Per Bulan!