Perjalanan dari Nol
Mbah Gun tidak tiba-tiba menuai hasil melimpah. Ia bercerita, pekerjaan itu dimulainya dengan berdagang keliling sejak tahun 1979. Tidak hanya di Jombang, daerah yang dituju sampai ke Karangjati-Ngawi, Nganjuk, Kediri, Mojokerto, dan Pasuruhan. Bahkan, saat berada di luar kota, ia menginap sampai 2 hari.
“Saya berdagang itu sejak 79 (tahun 1979, red). Dulu menjajakan naik sepeda kayuh,” kenang Mbah Gun.
Seiring waktu berjalan, Mbah Gun lalu mendapat pelanggan dari penjual yang biasa ia setori barang dagangannya. Disebutkan, pelanggan itu berasal dari Mojosari-Mojokerto, Bangil-Pasuruhan, Nganjuk, Kediri, dan dari Jombang sendiri. “Kalau ramai dua minggu sekali saya setor. Kalau sepi sebulan sekali baru setor,” ungkap Mbah Gun.
Mbah Gun juga melayani jual beli di gudang miliknya yang tidak jauh dari rumah.
Menariknya, saat mengirim barang-barang tersebut ia antar sendiri dengan kendaraan pikup miliknya dengan ditemani sang istri, Simpen (71). “Kalau kirim saya setiri (kemudikan, red) sendiri. Ditemani istri,” tandasnya.
Dia mengaku, kalau tidak dibuat aktivitas kerja justru bingung. “Nganggur tidak bisa saya, malah bingung. Kalau ada kerjaan bisa terhibur, karena ketemu orang banyak,” akunya.
Salah satu anak buah Mbah Gun, Syamsudin (55), mengaku sudah hampir satu tahun menjadi mitranya. Dalam sebulan, omzet bersih kerajinan tangan yang dihasilkan mencapai rata-rata Rp900 ribu. Bila sudah terkumpul kandang-kandang yang ia kerjakan, Syamsudin tinggal telepon. Tanpa waktu lama, Mbah Gun tiba dan mengambil kandang tersebut.
“Dalam seminggu penghasilan yang saya dapat rata-rata Rp200 ribu, bisa lebih. Lumayan untuk tambahan pekerjaan,” kata warga Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang ini.
Usaha perdagangan dan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan Mbah Gun didukung pendanaan dari KU BRI. “Empat anak saya itu semua dari BRI,” jawabnya terkekeh saat ditanya SketsaNusantara.id terkait pendanaan dari perbankan.
Jawaban Mbah Gun tersebut menggambarkan bahwa semua kebutuhan ekonomi keluarganya berkat dukungan dari BRI.
Artikel Terkait
Dari Solo untuk Dunia! UMKM Kopi Serius Pangan Nusantara Sukses Go Global Berkat Pemberdayaan BRI
BRI Perluas Pemberdayaan UMKM Lewat KUR, Pelaku Usaha Kabanjahe Bangkit dari Modal Terbatas