Angka ini lebih tinggi dibanding Beijing dan Shanghai, yang notabene dekat dengan smelter nikel.
Baca Juga: Ekosistem Raja Ampat Terancam Tambang Nikel, Susi Pudjiastuti Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Di dua kota yang dekat dengan smelter nikel tersebut, kadar kandungan nikel urin warganya hanya berkisar 3,4 ug/L.
Warga Pulau Kabaena telah hidup berdampingan dengan industri nikel setidaknya selama 2 dekade.
Selama itu pula mereka selalu dihantu dengan ancaman kesehatan akibat adanya pertambangan nikel.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini