Angka ini lebih tinggi dibanding Beijing dan Shanghai, yang notabene dekat dengan smelter nikel.
Baca Juga: Ekosistem Raja Ampat Terancam Tambang Nikel, Susi Pudjiastuti Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Di dua kota yang dekat dengan smelter nikel tersebut, kadar kandungan nikel urin warganya hanya berkisar 3,4 ug/L.
Warga Pulau Kabaena telah hidup berdampingan dengan industri nikel setidaknya selama 2 dekade.
Selama itu pula mereka selalu dihantu dengan ancaman kesehatan akibat adanya pertambangan nikel.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Izin Tambang Nikel Dikeluarkan, Raja Ampat dalam Bahaya! Walhi dan Warga Serukan Penolakan
Tagar 'Save Papua' Menggema di Medsos, Menteri ESDM Hentikan Sementara Aktivitas Penambangan Nikel di Raja Ampat yang Dinilai Merusak Lingkungan
Skandal Tambang Nikel di Raja Ampat! Luas Konsesi PT Gag Nikel Dua Kali Pulau Gag, Ekosistem Laut Papua Terancam Punah
Fakta-Fakta Proyek Tambang Nikel di Raja Ampat, Jejak Panjang Sejak Era Soeharto Hingga Kontroversi Era Prabowo
Raja Ampat Terancam Rusak oleh Tambang Nikel, Warga dan Aktivis Desak Pemerintah Bertindak Tegas