SketsaNusantara.id - Dampak pertambangan nikel mulai dirasakan warga sekita.
Belakangan, izin pertambangan nikel di Raja Ampat menjadi hal yang tak bisa dibiarkan begitu saja.
Pertambangan nikel di Raja Ampat yang yang telah menguasai Pulau Gag adalah PT Gag Nikel.
Imbas dari pertangan nikel tersebut tak hanya terjadi pada lingkungan, namun juga masyarakat sekitar.
Dilansir dari akun X @Dandhy_Laksono, disebutkan bahwa dampak pertambangan nikel ini berbeda-beda di setiap daerah.
Mulai dari air minum yang mengandung kromium, kandungan merkuri dan arsenik yang ditemukan mengalir dalam darah warga, hingga hasil tes urin yang mengandung nikel.
"Setelah @geckoproj melaporkan kandungan kromium di air minum warga di pulau Obi (akibat industri nikel), disusul temuan @fokusnexus3 di Halmahera tentang kandungan merkuri dan arsenik dalam darah warga,"
"kini laporan @satyabumi bahwa urin di Pulau Kabaena mengandung nikel," jelasnya.
Parahnya, masyarakat yang tinggal di Pulau Kabaena terpapar nikel setidaknya 5-30 kali lebih tinggi daripada masyarakat pada umumnya.
Kandungan nikel masyarakat tersebut mencapai 44,7 - 36,07 ug/L dengan rata-rata 16,65 ug/L.
Normalnya, kandungan nikel dalam urin hanya 1,11 ug/L.
Artikel Terkait
Izin Tambang Nikel Dikeluarkan, Raja Ampat dalam Bahaya! Walhi dan Warga Serukan Penolakan
Tagar 'Save Papua' Menggema di Medsos, Menteri ESDM Hentikan Sementara Aktivitas Penambangan Nikel di Raja Ampat yang Dinilai Merusak Lingkungan
Skandal Tambang Nikel di Raja Ampat! Luas Konsesi PT Gag Nikel Dua Kali Pulau Gag, Ekosistem Laut Papua Terancam Punah
Fakta-Fakta Proyek Tambang Nikel di Raja Ampat, Jejak Panjang Sejak Era Soeharto Hingga Kontroversi Era Prabowo
Raja Ampat Terancam Rusak oleh Tambang Nikel, Warga dan Aktivis Desak Pemerintah Bertindak Tegas