Dalam cuitannya, Dandhy Laksono mengatakan bahwa protes tersebut dimulai saat Wakil Menteri Luar Negeri, Arief Havas Oegroseno, berbicara.
"Salah satu protes paling kreatif," tulisnya.
Dikatakan Dandhy bahwa setelah Sulawesi, Halmahera, dan pulau kecil seperti Obi, tambang nikel kini juga mengincar Raja Ampat (Pulau Gag, Kawe, dan Manuran).
"Setidaknya 500 Ha hutan mulai musnah," ucapnya.
"Padahal menurut UU Pengelolaan Wilayah, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil, kawasan ini tak boleh ditambang.," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini