Dalam cuitannya, Dandhy Laksono mengatakan bahwa protes tersebut dimulai saat Wakil Menteri Luar Negeri, Arief Havas Oegroseno, berbicara.
"Salah satu protes paling kreatif," tulisnya.
Dikatakan Dandhy bahwa setelah Sulawesi, Halmahera, dan pulau kecil seperti Obi, tambang nikel kini juga mengincar Raja Ampat (Pulau Gag, Kawe, dan Manuran).
"Setidaknya 500 Ha hutan mulai musnah," ucapnya.
"Padahal menurut UU Pengelolaan Wilayah, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil, kawasan ini tak boleh ditambang.," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Rocky Gerung Sindir Gibran Jalan di Belakang Megawati saat Hari Lahir Pancasila, Tanda Ketegangan Politik Jokowi dan PDIP?
Sebut Ada Potensi Monopoli di Balik Akuisisi Tokopedia oleh TikTok, KPPU Usulkan Sejumlah Persetujuan Bersyarat
Ramai Pembahasan Soal Booking Lahan di Gunung, Musisi Fiersa Besari Ikut Angkat Suara
Lansia Terjepit di Sela Rumah Warga, Tim Damkar Gresik Bongkar Tembok Demi Selamatkan Ibu 74 Tahun
Kelewat Kemayu? Gaya Duduk Letkol Teddy saat Ngobrol Bareng Dubes Rusia Jadi Bahan Gunjingan Netizen: Vibes Brownis
Hasil Rapat Koordinasi TP3D dan Skadron Udara 32 Lanud Abdurrahman Saleh: Monumen Pesawat akan Dibangun di Jember Sport Garden