Kamis, 4 Juni 2026

Konferensi Nikel Internasional Ricuh, Aktivis Greenpeace Diseret Saat Serukan Penolakan Tambang di Raja Ampat

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 Juni 2025 | 22:03 WIB
Aktivis diseret keluar oleh petugas dalam konferensi nikel internasional (x @dandhy_laksono)
Aktivis diseret keluar oleh petugas dalam konferensi nikel internasional (x @dandhy_laksono)

Dalam cuitannya, Dandhy Laksono mengatakan bahwa protes tersebut dimulai saat Wakil Menteri Luar Negeri, Arief Havas Oegroseno, berbicara.

"Salah satu protes paling kreatif," tulisnya.

Baca Juga: Sosok Ini Blak-blakan Sebut Bobby Nasution dan Airlangga Hartarto Disorot karena Dugaan Penyelundupan Ekspor Biji Nikel, Siapa Bekingan Informasinya?

Dikatakan Dandhy bahwa setelah Sulawesi, Halmahera, dan pulau kecil seperti Obi, tambang nikel kini juga mengincar Raja Ampat (Pulau Gag, Kawe, dan Manuran).

"Setidaknya 500 Ha hutan mulai musnah," ucapnya.

"Padahal menurut UU Pengelolaan Wilayah, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil, kawasan ini tak boleh ditambang.," tandasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: X @Dandhy_Laksono

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X