news

5 Fakta Mengejutkan Ayam Goreng Widuran Solo: Warung Makan Legendaris yang Menjual Produk Non-Halal Selama 52 Tahun, Kini Terancam Dipidanakan

Senin, 26 Mei 2025 | 08:15 WIB
Potret Ayam Goreng Widuran Solo, terancam dituntut hukum karena tidak jujur, pernah pasang spanduk berlabel halal padahal pakai minyak babi untuk goreng kremesan (Instagram/ayamgorengwiduransolo)

Selain itu, Ayam Goreng Widuran juga memiliki cabang di Bali yang berada di Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Banyak yang tertarik dengan resto ini apalagi mereka menawarkan produk frozen food yang bisa disajikan sendiri di rumah.

Melalui keterangan yang diunggah di akun Instagram resminya, Manajemen Toko menyebut Ayam Goreng Widuran memang sedari awal merupakan resto berlabel non halal dan kerap melayani pelanggan non-Muslim.

Baca Juga: Wajib Mampir ke Warung Tenda Ayam Goreng Kabayan di Matramana, Mampu Bertahan 42 Tahun dengan Cita Rasa Sunda yang Khas dan Otentik

3. Mendapat Ulasan Negatif

Kontroversi non-halal ini memicu gelombang ulasan negatif di Google Review, dengan banyak pelanggan memberikan rating bintang satu.

Pelanggan seperti Teguh Budianto dan Yuyun Novita mengungkapkan kekecewaan mereka karena tidak diberi tahu tentang status produk non-halal, padahal mereka saat datang bersama keluarga yang berhijab.

Ketidaktransparan ini membuat banyak konsumen Muslim merasa kehilangan kepercayaan, terutama karena restoran ini tidak mencantumkan keterangan non-halal secara jelas sebelum menjadi viral.

Berdasarkan keterangan salah satu karyawan, kremesan di resto ini merupakan produk non halal, sedangkan ayamnya halal. Pihaknya juga sudah memberikan informasi terkait produk kremesan non halal pada pelanggan muslim.

"Kami telah mencantumkan keterangan NON-HALAL secara jelas di seluruh outlet dan media sosial resmi kami," tulis pihak resto dalam akun Instagram @ayamgorengwiduransolo.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Clinique Suisse, Klinik Kecantikan Berstandar Internasional Pernah Digugat atas Dugaan Malpraktek, Korbannya Gak Cuma Mee Flome!

4. Dikelola Secara Turun-Temurun dari Keluarga Keturunan Tionghoa

Restoran ini dimiliki oleh Indra, seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang telah meneruskan bisnis keluarga selama beberapa dekade.

Indra mengelola toko dengan menjaga cita rasa otentik dengan metode memasak tradisional tanpa pengawet.

Kini, pemilik resto menjadi sorotan usai diketahui menjual produk non halal yang dinilai tidak trasparan sejak awal.

Melalui akun Instagramnya, Ayam Goreng Widuran Solo meminta maaf karena telah menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini