news

Apa Dosa Kami Dilahirkan Sebagai Papua? Inilah Surat Pedih Antonia untuk Presiden Setelah Ibunya Ditembak dan Dikubur Tanpa Upacara

Minggu, 25 Mei 2025 | 20:29 WIB
Antonia Hilaria Wandagau, seorang anak Papua, akhirnya menuliskan surat pada presiden terkait kasus yang menimpa Ibunya (Instagram.com/@talenggeng1992)

SketsaNusantara.id - Antonia Hilaria Wandagau, seorang anak Papua yang baru saja kehilangan ibunya, Hetina Mirip yang ditembak dan dibakar oleh aparat keamanan TNI dan Polri.

Hetina Mirip hanyalah ibu rumah tangga, warga sipil yang tinggal di Kampung Jindapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Ia bukan bagian kelompok bersenjata, apalagi musuh negara.

Ia hanya seorang ibu dengan keseharian di dapur. Namun ia menjadi korban dalam operasi militer Satuan Tugas Habema di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Rabu, 14 Mei 2025 dini hari. 

Baca Juga: Ngaku Tuhan dan Bisa Jamin Masuk Surga, Pria di Papua Pimpin Ibadah Tanpa Busana dan Diwarnai Hubungan Pasangan Tak Sah

Tak ada kesalahan apapun yang dilakukan Hetina Mirip pada negara. Tetapi ia tewas oleh senjata militer negara.

Jasad Hetina Mirip ditemukan terkubur dengan sangat tidak layak di dekat ladang milik warga.

Jasadnya dimakamkan pada galian tanah dengan kedalaman sekitar 60-70 sentimeter. Di tubuhnya ditemukan bekas memar serta bengkak di area wajah.

Baca Juga: Cerita dari Papua Selatan: Santi, Perempuan Asmat yang Menjawab Stigma Lewat Anyaman Rambut

Surat Antonia Hilaria Wandagau Untuk Presiden

Tak ada seorang anak yang menerima begitu saja ibunya tewas dengan cara yang tidak seharusnya terjadi, seperti halnya Antonia Hilaria Wandagau.

Antonia Hilaria Wandagau pun menuliskan sepucuk surat penuh kesedihan dan harapan yang ditujukannya pada sang presiden, Prabowo Subianto.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @papuansspeak, Antonia menceritakan kejadian saat ia harus melihat sang ibu mendapat kekerasan dan perlakuan yang keji.

Baca Juga: Selain Enak, 5 Buah dan Sayur Ini Dijamin Bikin Wajah Lebih Awet Muda, Nomor 5 Pernah Jadi Makanan Pokok di Papua!

"Tentara datang, rumah kami dikepung, dan ibuku ditembak, dibakar di halaman rumah, tepat di depan mata saya.,"

Halaman:

Tags

Terkini