"Sumber gempa dalam lempeng di bawah bidang kontak antara lempeng (megathrust). Gempa ini memiliki sifat guncangan yang lebih kuat, karena gempa ini melibatkan pelepasan energi dari tekanan tektonik yang terakumulasi di dalam lempeng, serta sifat batuannya yang homogen," tuturnya.
Guncangan gempa dirasakan kuat di Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma dengan intensitas IV-V MMI, serta di wilayah lain seperti Kepahiang, Liwa, Lemong, Rejang Lebong, Tais, dan Lubuk Linggau dengan intensitas IV MMI.
BMKG juga menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tidak termakan isu yang beredar di media sosial yang belum tentu jelas kebenarannya.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi (di Bengkulu) ini tidak berpotensi tsunami," kata Daryono.
Dalam gambar yang diunggah di media sosial menunjukkan grafik sebaran hiposenter dan terlihat bahwa pusat gempa terjadi pada kedalaman menengah, kurang dari 100 km di bawah permukaan laut.
Peta sebaran gempa juga menunjukkan bahwa aktivitas seismik di wilayah ini sangat tinggi, dengan ratusan titik gempa yang tercatat sejak tahun 1963 hingga 2024.
Gempa intra-slab di Bengkulu terjadi akibat deformasi batuan di dalam lempeng yang sedang tersubduksi antara lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia di zona subduksi Sumatra.
Tekanan dan gesekan yang terjadi selama proses subduksi ini menyebabkan pelepasan energi dalam bentuk gempa bumi.
Meskipun gempa ini tidak terjadi langsung di bidang megathrust, aktivitas seismik di zona ini tetap menjadi perhatian karena potensi gempa besar di masa depan.
Baca Juga: Potensi Megathrust di Jember, BPBD Sebut 3 Alat Deteksi Tsunami Tidak Berfungsi
BPBD menyebut Provinsi Bengkulu termasuk dalam zona Megathrust Enggano dan Megathrust Mentawai-Siberut.
Hal ini yang menyebabkan wilayah Bengkulu menjadi bagian dalam zona merah atau waspada dan berpotensi terjadinya gempa bumi berkekuatan tinggi.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, juga menekankan pentingnya mitigasi bencana gempa, terutama di wilayah yang rawan megathrust seperti Sumatra dan Jawa.