SketsaNusantara.id - Beredar adanya potensi Megathrust di pesisir selatan Jember, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan upaya mitigasi sedini mungkin.
Namun dalam upaya tersebut, BPBD Jember menyebut Early Warning System (EWS), yang digunakan untuk peringatan dini bencana tsunami di pesisir selatan tidak berfungsi dengan baik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Penta Satria mengatakan, sejauh ini ada 3 titik EWS yang terpasang yakni di Pantai Bandealit Desa Andongrejo, Pantai Puger, dan Pantai Cemara.
"3 lokasi ini dipasang EWS, namun sudah tidak berfungsi dengan baik. Tapi kami masih menunggu alat terbaru dari BMKG pusat,” ujarnya, Sabtu 17 Agustus 2024.
Alat yang baru menurut Penta, nantinya akan dipasang di wilayah Pantai Payangan atau Watu Ulo dalam 3 bulan ke depan.
"Alatnya canggih karena sudah dilengkapi sensor yang dapat mendetaksi muka air laut dan juga dilengkapi CCTV,” imbuhnya.
Ia menerangakan, bila terjadi gempa dan memicu terjadinya air laut menjadi surut secara mendadak, maka nantinya signal tersebut dikirimkan ke BMKG dan disampaikan ke BPBD Jember.
"Jadi bukan cuma isu saja ya, bahwa potensi terjadi gempa besar yakni Megathrust, yang memicu terjadinya tsunami dengan ketinggian 18-20 meter,” tuturnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Cuma 9 Ribuan! Mie Ayam Bu Yanti di Jember Porsi Jumbo Satu Mangkok Bisa Sharing Lho, Lokasinya…
Pembahasan Raperda RTRW Kembali Dibahas, Pemkab Jember Targetkan Selesai Sebelum Pelantikan DPRD Jember
Gempa Magnitudo 5.0 SR Terasa hingga Jember, Daop 9 Pastikan Perjalanan Kereta Api Tidak Terganggu
KAI Daop 9 Jember Sosialisasi Keselamatan Lalin, Akan Tutup 24 Lokasi Perlintasan Liar Sepanjang Pasuruan-Banyuwangi
Dua Putra Presiden Berikan Rekomendasi ke Gus Fawait-Djoko Susanto untuk Maju Bacabup Jember di Pilkada 2024