Minggu, 19 Juli 2026

Heboh Anggaran BMKG Dipangkas, Info Cuaca hingga Peringatan Gempa Tsunami Bakal Tak Akurat, Netizen Ramai Salahkan Program Makan Bergizi Gratis

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 10 Februari 2025 | 11:27 WIB
Potret sejumlah karyawan BMKG bersama Dwikorita Karnawati menanggapi  soal pemangkasan anggaran yang berimbas pada operasional terkait mitigasi bencana. (bmkg.go.id)
Potret sejumlah karyawan BMKG bersama Dwikorita Karnawati menanggapi soal pemangkasan anggaran yang berimbas pada operasional terkait mitigasi bencana. (bmkg.go.id)

 

SketsaNusantara.id - Efisiensi anggaran yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto belum lama ini ternyata ikut dirasakan dampaknya oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

Lembaga yang menyampaikan informasi dan peringatan dini terkait bencana ini mengalami pemotongan anggaran signifikaan dibading tahun sebelumnya yang berdampak langsung pada operasional BMKG.

Hal ini ramai jadi perbincangan publik karena akurasi informasi cuaca hingga gempa bumi akan menurun dan berdampak pada keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Ramai Jadi Sorotan, SMP di Surabaya Ini Terapkan Jam Tidur Siang Saat Istirahat Sekolah yang Punya Segudang Manfaat, Lebih Baik dari MBG?

Isu pembatasan anggaran di BMKG ini ramai jadi sorotan warganet dan menjadi trending topic di media sosial X (dulu Twitter).

"Prabowo ikut potong anggaran untuk BMKG, bahaya gak sih kalau nanti terjadi gempa atau tsunami tapi gak terdeteksi gimana?" tulis akun X @tanyakanrlfess yang diunggah pada hari Minggu, 9 Februari 2025.

Permasalahan ini juga dikonfirmasi oleh Humas BMKG yang menyebut bahwa akurasi informasi cuaca bisa menurun menjadi 60% akibat adanya pembatasan anggaran.

Baca Juga: Selain Sentil Siswa yang Keluhkan Menu MBG, Inilah 4 Daftar Kontroversi Deddy Corbuzier yang Kerap Kali Gemparkan Publik hingga Menuai Banyak Hujatan

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @sisiterang.official, diketahui anggaran BMKG dipotong sebesar Rp1,423 triliun, atau 50,35% dari anggaran semula yang berjumlah Rp2,826 triliun.

Muslihuddin selaku Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG, menyatakan bahwa pemotongan ini berdampak signifikan terhadap belanja modal dan belanja barang, termasuk pemeliharaan peralatan operasional.

Akibatnya, banyak alat operasional utama yang bakal tidak jadi akurat bahkan terancam tidak berfungsi karena dana pemeliharaan berkurang hingga 71%.

Baca Juga: Keracunan MBG Disorot Media Asing, Warganet Buru-buru Mention Deddy Corbuzier, Kenapa?

"Ketepatan akurasi informasi cuaca, iklim, gempa bumi dan tsunami bisa jadi menurun dari 90 persen menjadi 60 persen dan kecepatan informasi peringatan dini tsunami dari 3 menit turun menjadi 5 menit atau lebih dan jangkauan penyebarluasan informasi gempa bumi dan tsunami menurun 70 persen," kata Muslihhuddin dikutip dari akun Instagram @sisiterang.official yang diunggah hari Minggu, 9 Februari 2025.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X