news

Kronologi Ledakan Amunisi Tak Layak Pakai di Garut, 4 Anggota TNI AD dan 9 Warga Sipil Jadi Korban, Apa Penyebabnya?

Senin, 12 Mei 2025 | 18:52 WIB
Ilustrasi ledakan maut di Garut saat proses pemusnahan amunisi apkir TNI AD (Pexel/Pixabay)

“Lahan yang digunakan untuk penghancuran amunisi apkir tersebut adalah lahan milik BKSDA Kabupaten Garut yan sudah rutin digunakan untuk memusnahkan amunisi apkir,” ungkapnya dalam keterangan pers pada 12 Mei 2025.

Baca Juga: Penuh Perjuangan Demi Mengabdi! Terekam Video Sekelompok Guru SD di Pedalaman Tanah Air Ini Lintasi Jembatan Tanpa Alas, Bikin Ngeri-Ngeri Sedap

Brigjen Wahyu Wudhayana melanjutkan, dalam tahap awal kegiatan, tim penghancuran melakukan pengecekan terhadap personel maupun lokasi ledakan sebagaimana prosedur dalam pemusnahan.

“Dan semuanya dinyatakan dalam keadaan aman,” jelasnya.

Setelah personal dan lokasi dinyatakan aman, selanjutnya dilakukan persiapan di dalam 2 lubang sumur yang akan digunakan untuk proses pemusnahan.

Baca Juga: 5 Fakta Kebakaran Truk TNI Muat Amunisi di Tol Gempol Arah Malang: Kronologi hingga Update Kondisi Lalu Lintas, Ada Korban Jiwa?

Selanjutnya, tim pengamanan yang bertugas segera masuk ke dalam pos masing-masing untuk melakukan pengamanan.

Setelah dinyatakan aman, barulah proses penghancuran amunisi tak terpakai dalam 2 sumur tersebut dilakukan.

Selain 2 sumur tersebut, tim pemusnahan juga menyiapkan 1 lubang lainnya yang digunakan untuk. menghancurkan detonator yang digunakan dalam proses pemusnahan amunisi.

Baca Juga: Letjen Kunto Arief Wibowo Batal Dimutasi, TNI Klarifikasi Isu Politik yang Libatkan Gibran dan Tekanan dari Try Sutrisno

Saat tim penyusun tengah menyiapkan detonator di dalam lubang tersebut, tiba-tiba terjadi ledakkan dari dalam lubang.

Ledakan ini pun menelan 13 korban jiwa yang terdiri dari anggota TNI AD dan warga sipil.

Ke-13 korban ini pun segera dibawa ke RSUD Pameungpeuk untuk proses evakuasi.

Hingga saat ini, pihak TNI AD masih melakukan penyelidikan, baik itu mengenai penyebab ledakan maupun keberadaan warga sipil di lokasi tersebut.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Tags

Terkini