Pertama-tama, mantan Bupati Purwakart ini menyampaikan terima kasih atas apresiasi hingga laporan tudingan pelanggaran HAM.
Ia memandang bahwa berbagai opini terhadap kebijakannya datang karena perhatian publik terhadap masalah perilaku anak dan remaja.
"Untuk itu saya yakin seluruh kritik, saran, dan pelaporan itu didasarkan pada konsen dan keberpihakan pada anak-anak dan remaja di Jawa Barat", terangnya.
Jadi, bukan menjadi masalah apabila tidak mendapat sambutan hangat dari sejumlah orangtua.
Baca Juga: Dikritik KPAI, Program Barak Militer Dedi Mulyadi Dianggap Tak Manusiawi dan Abaikan Hak Anak
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak orangtua dan masyarakat untuk bersama terlibat dalam upaya penanganan anak berperilaku khusus.
Misalnya menampung anak dan remaja di rumah, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, kantor, dan lain sebagainya.
Ajakan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa masalah pendidikan karakter adalah tanggung jawab bersama.
Disisi lain, kepala daerah yang akrab disapa Kang Dedi ini, juga sudah menyatakan keterlibatan pemerintah terkait.
Seperti Dinas Pendidikan Kota dan Provinsi Jawa Barat telah turut dikerahkan untuk memfasilitasi orangtua yang ingin mendaftarkan anaknya.
Selain itu, masyarakat yang ingin berkontribusi sebagai pihak pelaksana juga boleh mendaftar melalui dinas terkait.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!