"Kepala sekolahnya mana?? DJ nya bilang outfit dan musik sesuai request dan kesepakatan bersama dengan client, berarti sekolah mengizinkan, miris sih ini lingkungan pendidikan undang bintang tamu yang pakaiannya sexy banget gitu," imbuh netizen lainnya.
"Yang harusnya disoroti adalah kebijakan sekolah yg memberi izin penyelenggaraan. Makanya kenapa sekolah mau disidak AWK ya supaya gak ada yang niru-niru bikin party di sekolah, salut mbaknya sudah minta maaf biar ini bisa jadi pembelajaran buat kita semua," komentar netizen lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMK Disdikpora Bali juga mengakui bahwa penampilan DJ tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan dari sekolah dan Disdikpora.
Ia menyebut acara tersebut inisiatif siswa, dengan sekolah hanya bertugas mengawasi, namun pengawasan tersebut jelas tidak memadai.
Disdikpora berencana memanggil SMKN 1 Tejakula untuk memberikan edukasi dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Klarifikasi DJ Diah Krisna menunjukkan itikad baik, tetapi tanggung jawab utama tetap berada di pihak sekolah untuk memastikan acara di sekolah masih berada dalam batas wajar sesuai dengan etika pendidikan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini