SketsaNusantara.id - Topik wisuda kembali jadi perbincangan hangat usai konten Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdebat dengan salah seorang remaja viral di media sosial.
Dalam debat tersebut, wisuda yang dibahas yakni wisuda di tingkatan SMA/SMK.
Remaja tersebut bersikeras bahwa wisuda untuk siswa SMA diperlukan. Sementara Dedi Mulyadi menilai hal tersebut dapat memberatkan orang tua.
Menurut remaja yang diketahui bernama Aura Cinta tersebut, wisuda juga menjadi salah satu momen untuk menciptakan kenangan.
Perdebatan tersebut bermula dari kebijakan Dedi Mulyadi yang melarang kegiatan wisuda untuk kelulusan TK sampai SMA.
Sejarah Wisuda
Tradisi wisuda di jenjang TK, SD, SMP hingga SMA merupakan tren yang belakangan sedang ramai digandrungi para pelajar.
Sementara upacara wisuda yang dilakukan di jenjang perguruan tinggi sudah lama dilakukan, bahkan sejak ratusan tahun lalu.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman canterbury.ac.nz, tradisi wisuda pertama kali diselenggarakan yakni saat kelulusan universitas pertama di Eropa sekitar abad ke-12.
Secara etimologi, kata wisuda sendiri dalam bahasa Inggris berarti graduate yang bermakna ‘seseorang yang mendapatkan gelar’.
Artikel Terkait
Kenapa Paskah Identik dengan Telur? Mengupas Sejarah dan Makna dari Telur Paskah pada Peringatan Kebangkitan Yesus
Viral Tulisan 'Lorem Ipsum' di Tugu Titik Nol IKN Bikin Heboh, Ternyata Bukan Sembarang Teks Acak? Intip Keunikan Sejarah dan Makna di Baliknya
Kenapa Hari Kartini 21 April? Sejarah hingga Kisah Perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam Menuntut Hak Perempuan
Siapa Raminten? Sejarah dan Asal Usul Karakter Legendaris di Yogyakarta, Inspirasi Usaha Kuliner Hamzah Sulaiman The House of Raminten