news

Sebelum Asap Putih Muncul dari Kapel Sistina Vatikan, Heboh Kemunculan Asap Merah Muda di Langit Roma saat Proses Konklaf Berlangsung, Ada Apa?

Jumat, 9 Mei 2025 | 17:30 WIB
Potret asap merah muda muncul saat konklaf pemilihan Paus baru berlangsung di Vatikan, sebagai aksi memperjuangkan hak perempuan bisa menjadi pemimpin Gereja Katolik (YouTube Ordaine Women)

Asap merah muda dipilih sebagai simbol dan harapan untuk kesetaraan agar wanita mendapat kesempatan yang sama untuk ikut menangani masalah inklusi perempuan.

"Asap merah muda kami juga merupakan panggilan darurat yang tidak dapat diabaikan oleh para kardinal memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak dapat ditunda," tulis Ordain Women.

Isu mengenai peran perempuan di gereja Katolik ini sebelumnya juga pernah dibahas saat kepemimpinan Paus Fransiskus pada Oktober 2024 lalu.

Baca Juga: Sempat Pimpin Misa Paskah, Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Terakhir Sebelum Wafat: Desak Gencatan Senjata dan Hentikan Konflik di Gaza

Pope Francis bahkan sudah menyetujui sebuah kelompok kerja untuk mengkaji gagasan yang mengizinkan perempuan jadi diakon, sebelum menjadi imam.

Namun, hingga saat ini belum ada kemajuan. Proses kelompok kerja ini masih minim dan belum ada pembahasan lebih lanjut bahkan hingga Paus Fransiskus tiada.

Aksi ini menyoroti ketimpangan struktural dalam Gereja Katolik, di mana perempuan dengan kualifikasi teologi tidak diizinkan menjadi imam, apalagi menduduki posisi kepausan.

Salah satu aktivis pada tahun 2011 mengaku pernah ditahan saat mencoba menyampaikan petisi dari seorang pastor di Vatikan yang memberikan dukungan pada komunitas mereka.

Baca Juga: Profil Robert Francis Prevost, Kardinal Asal Amerika Serikat Pertama yang Terpilih Jadi Paus Leo XIV Melalui Proses Konklaf 2025 di Vatikan

Kabarnya ada salah seorang kardinal di konklaf 2025 yang mendukung isu penahbisan perempuan, dan identitasnya kini masih dirahasiakan.

Melalui aksi ini, aktivis perempuan berharap Paus baru, yang kemudian diumumkan sebagai Paus Leo XIV memiliki keberanian untuk mengatasi isu inklusi perempuan dengan penuh pertimbangan.

"Melalui lagu dan doa kami menyerukan kepada para kardinal untuk memperhatikan suara, panggilan, dan kerinduan para perempuan di gereja Katolik yang ditolak penahbisan, kepemimpinan, dan peran pengambilan keputusan," ungkap salah satu aktivis dalam aksinya.

"Gereja telah kehilangan generasi perempuan yang menanggung rasa sakit karena harus membuktikan keabsahan panggilan kami dan nilai pelayanan mereka," pungkasnya.

Asap merah muda ini sempat menjadi topik hangat dan menuai perdebatan. Ada yang mendukung aksi ini, namun tak sedikit pula yang menolak karena dianggap melawan prinsip yang tak sesuai dengan ajaran agama mereka.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini