Asap merah muda dipilih sebagai simbol dan harapan untuk kesetaraan agar wanita mendapat kesempatan yang sama untuk ikut menangani masalah inklusi perempuan.
"Asap merah muda kami juga merupakan panggilan darurat yang tidak dapat diabaikan oleh para kardinal memperjuangkan kesetaraan perempuan tidak dapat ditunda," tulis Ordain Women.
Isu mengenai peran perempuan di gereja Katolik ini sebelumnya juga pernah dibahas saat kepemimpinan Paus Fransiskus pada Oktober 2024 lalu.
Pope Francis bahkan sudah menyetujui sebuah kelompok kerja untuk mengkaji gagasan yang mengizinkan perempuan jadi diakon, sebelum menjadi imam.
Namun, hingga saat ini belum ada kemajuan. Proses kelompok kerja ini masih minim dan belum ada pembahasan lebih lanjut bahkan hingga Paus Fransiskus tiada.
Aksi ini menyoroti ketimpangan struktural dalam Gereja Katolik, di mana perempuan dengan kualifikasi teologi tidak diizinkan menjadi imam, apalagi menduduki posisi kepausan.
Salah satu aktivis pada tahun 2011 mengaku pernah ditahan saat mencoba menyampaikan petisi dari seorang pastor di Vatikan yang memberikan dukungan pada komunitas mereka.
Kabarnya ada salah seorang kardinal di konklaf 2025 yang mendukung isu penahbisan perempuan, dan identitasnya kini masih dirahasiakan.
Melalui aksi ini, aktivis perempuan berharap Paus baru, yang kemudian diumumkan sebagai Paus Leo XIV memiliki keberanian untuk mengatasi isu inklusi perempuan dengan penuh pertimbangan.
"Melalui lagu dan doa kami menyerukan kepada para kardinal untuk memperhatikan suara, panggilan, dan kerinduan para perempuan di gereja Katolik yang ditolak penahbisan, kepemimpinan, dan peran pengambilan keputusan," ungkap salah satu aktivis dalam aksinya.
"Gereja telah kehilangan generasi perempuan yang menanggung rasa sakit karena harus membuktikan keabsahan panggilan kami dan nilai pelayanan mereka," pungkasnya.
Asap merah muda ini sempat menjadi topik hangat dan menuai perdebatan. Ada yang mendukung aksi ini, namun tak sedikit pula yang menolak karena dianggap melawan prinsip yang tak sesuai dengan ajaran agama mereka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
9 Hal yang Dilakukan Vatikan Usai Paus Fransiskus Meninggal: Konfirmasi Kematian hingga Penghancuran Fisherman’s Ring
Paus Fransiskus Dimakamkan di Mana? Bukan di Vatikan, Inilah Lokasi Makam Pope Francis Sesuai Surat Wasiat
5 Fakta Basilika Santa Maria Maggiore, Makam Paus Fransiskus di Roma Italia, Tempat Favorit Pope Francis?
Kehilangan Tokoh Kemanusiaan, Nasaruddin Umar Sedang Mengupayakan Pergi ke Vatikan untuk Paus Fransiskus
Mengenal Tanatopraksi, Teknik Pengawetan Tubuh yang Digunakan Vatikan pada Jenazah Paus Fransiskus, Beda dengan Mumifikasi?
Jelang Konklaf Mencari Pengganti Paus Fransiskus, Kardinal Asal Filipina Ini Diterpa Isu Keterlibatan Pelecehan Seksual