news

Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UNEJ, Prof Sukatman Sebut Tradisi Lisan Berkontribusi bagi Ketahanan Nasional

Jumat, 9 Mei 2025 | 15:53 WIB
Foto Prof Sukatman Guru Besar dengan kepakaran di bidang Tradisi Lisan (Dok. Humas Unej)

SketsaNusantara.id- Universitas Jember (UNEJ) mengukuhkan Prof. Dr Sukatman, M.Pd sebagai guru besar dengan kepakaran di bidang Tradisi Lisan.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof Sukatman menyampaikan bahwa tradisi lisan berkontribusi bagi ketahanan nasional.

“Tradisi lisan bukan sekedar warisan budaya, namun juga menjadi pondasi kebangsaan,” katanya, Jum’at 09 Mei 2025.

Baca Juga: Viral Video Pekerja Migran Indonesia Asal Jember Ditemukan dalam Peti Es, Begini Tanggapan Disnaker Jember

Selanjutnya kata dia, tradisi lisan telah eksis jauh sebelum periode kerajaan besar seperti Sriwijaya dan Majapahit.

Diketahui, salah satu kisah yang menarik dari penelitian yang dilakukan oleh Prof. Sukatman ialah sat meneliti di situs Gunung Padang, Cianjur. Ia haru meminta bantuan juru pelihara situs melakukan ritual adat untuk mencari data.

“Setelah tiga kali mengelilingi situs tanpa hasil, akhirnya data yang dicari langsung muncul jelas setelah dilakukan ritual adat,” ujarnya.

Baca Juga: Perluas Jangkauan Produk Lokal, Dinas Tenaga Keerja Jember Kembangkan Ekosistem Digital

Kata Sukatman, hal demikian memang tidak bisa dijelaskan secara akademis. Namun realita yang terjadi, ternyata pihak yang datang harus menghormati adat dan budaya lokal disana.

“Saya percaya bahwa penguatan perspektif lokal dalam membaca sejarah sangatlah penting,” terangnya.

Menurutnya, kajian tradisi lisan purba penuh tantangan dikarenakan referensi akademik yang terbatas. Pasalnya, kajian tersebut akan membahasa sejarah lebih tua dari 10.000 SM.

Baca Juga: Fantastis! Segini Harga Perhiasan yang Dipakai Luna Maya Saat Resepsi Pernikahan, Bisa Beli 2 Rumah Subsidi di Jember!

Kendati demikian, Sukatman mendorong materi Nusantara purba diperkuat dalam pendidikan nasional. Sebab, hal itu akan membangun kepercayaan diri generasi muda.

“Juga akan menata ulang sejarah dengan perspektif kritis dari sudut pandang Nusantara, bukan Barat,” paparnya.

Halaman:

Tags

Terkini