SketsaNusantara.id - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan komitmennya mendukung kecerdasan finansial masyarakat, khususnya generasi muda.
IFG melalui IFG Progress menyelenggarakan program literasi keuangan bertajuk Campus Visit di 13 universitas ternama di Indonesia.
Program ini menjangkau sekitar 1.500 mahasiswa dengan fokus pada pemahaman manajemen keuangan pribadi dan risiko keuangan di era digital.
“Mahasiswa sebagai generasi muda ini harus paham bagaimana caranya mengelola uang beserta dengan risiko-risikonya, apalagi sekarang ini marak instrumen keuangan digital,” ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji.
Baca Juga: Pengurus Baru LTN MWCNU Diwek Siap Tradisikan Literasi di Kalangan Sekolah dan Pesantren
“IFG selalu berkomitmen untuk menjadi bagian dalam membantu OJK melakukan literasi keuangan pada generasi muda ini,” tambahnya.
Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 dari OJK dan BPS, tingkat literasi keuangan usia 18–25 tahun sudah cukup tinggi di angka 70,19 persen.
Namun, hasil survei internal IFG Progress menunjukkan cerita yang berbeda.
Selama 2022–2023, IFG Progress melakukan Insurance Literacy Survey terhadap 1.263 responden mahasiswa dari sembilan universitas di berbagai wilayah Indonesia.
Hasilnya cukup mengejutkan: hanya 33% yang tahu tentang produk asuransi, dan hanya 8% yang memilikinya.
Baca Juga: Kepala OJK Jember Sebut Literasi Keuangan yang Terstruktur Bisa Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah
Angka ini cukup kontras jika dibandingkan dengan pengetahuan mereka terhadap produk keuangan lain seperti tabungan, emas, saham, reksa dana, hingga obligasi.
Sebagian besar mahasiswa sudah akrab dan bahkan memiliki produk-produk konvensional tersebut.
Kesenjangan pemahaman ini menunjukkan bahwa sektor keuangan non-bank seperti asuransi dan penjaminan masih belum menjadi prioritas bagi kalangan muda.