"Serius nanya Pak Gubernur, kalau anak nakal dikirim ke barak militer, lantas kalau anak yang merusak konstitusi dikirimnya ke mana ya?" tulis Bivitri Susanti dalam psotingan story Instagramnya @bivitrisusanti yang diungah hari Minggu, 4 Mei 2025.
"Atau kenakalan itu cuma berlaku untuk yang tak punya kuasa?," tandasnya.
Pertanyaan ini dilontarkan akun Instagram @berdikaribook yang diunggah ulang di insta story Bivitri Susanti. Postingan ini mencuri perhatian publik dan ikut "sentil" Gibran Rakabuming Raka.
"Sakit hati memang, konstitusi diobok-obok gara-gara bapak pengen ngasih kerjaan anaknya. Pelan pelan, dari bawah dulu dibenahin. Kalo dibawah udah kuat masa iya yang diatas gak bisa diturunin," komentar akun @kama******n.
"Kalo anak Mulyono itu bukan kenakalan, tapi anak yang terlalu nurut sama orang tuanya," komentar akun @han****i.
"Agak kurang tepat sih nanya ke Gub Jabar, di jabar gak ada anak yang ngerusak konstitusi, KDM cuma mau memperbaiki daerahnya, ngapain ngurusin Gibran? anak Raja Jawa susah digulingin, MK juga percuma gak bisa berkutik," imbuh akun @cher*****_.
Sebelumnya, kebijakan Dedi Mulyadi ini mendapat kritik dari para elite yang tidak setuju terkait pemberian pendidikan militer pada anak.
Dedi balik sentil kalangan elite dengan menyindir "hanya bisa komentar" dan tidak melihat langsung kondisi di lapangan.
"Di media sosial, siapa sih yang paling mendukung kebijakan saya? Rakyat Jawa Barat. Yang menentang? para elit. Mereka ini gak ngurusin anak-anak yang tawuran tiap hari, tidur di kolong jembatan, cuma komentar aja," kata Dedi Mulyadi dalam video wawancara yang diunggah di akun Instagram @info_jabodetabek pada hari Sabtu, 3 Mei 2025.
"Jadi bagi mereka yang hidup di Jakarta, mereka tidak melihat kehidupan secara real yang terjadi dan saya hidup di tengah-tengah masyarakat, Saya tiap hari menerima aduan yang sama," tuturnya.
"Maka saya tetap tegak lurus gak akan dengerin siapapun dan akan terus melakukan pembelaan terhadap rakyat Jabar, meringankan beban mereka dan menyekolahkan anak-anak ini sampai SMA," pungkasnya.