news

Oknum Polisi Bondowoso Arogan saat Proses Evakuasi Pendaki Tewas di Gunung Saeng, IJTI Tapal Kuda Kirimkan Somasi

Senin, 5 Mei 2025 | 06:59 WIB
Oknum polisi yang melarang wartawan untuk mengambil dokumentasi. (IJTI Tapal Kuda)

 

SketsaNusantara.id - Aksi arogans oknum polisi warnai proses evakuasi jenazah pendaki yang jatuh ke jurang di Gunung Saeng Bondowoso. Para wartawan dilarang untuk mengambil foto ataupun video.

Diketahui, proses evakuasi jenazah pendaki Gunung Saeng berlangsung selama sekitar 12 jam. Evakuasi tersebut melibatkan Basarnas, serta beberapa unsur lainnya juga terlibat.

Sejumlah media televisi maupun online nasional juga meliput proses evakuasi yang memakan waktu selama beberapa hari itu. Di antaranya SCTV, Kompas, Indosiar, RTV, JTV, serta lainnya.

Baca Juga: Wartawan Dilarang Meliput Proses Evakuasi Baim Pendaki yang Terjatuh di Gunung Saeng Bondowoso, Oknum Polisi Tunjukan Sikap Arogan

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Tapal Kuda, Tomy Iskandar, menyampaikan bahwa pihaknya dan rekan-rekan wartawan lainnya dilarang untuk mengambil video. Padahal, para wartawan sudah bertugas sesuai aturan.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini, padahal kami bertugas sesuai aturan,” katanya, Minggu, 04 Mei 2025, malam.

Kata Tomy, pihaknya sudah mengirimkan somasi resmi secara tertulis kepada pihak Polres Bondowoso.

Baca Juga: Geger! Pohon Mahoni Raksasa di Kencong Jember Diduga Sengaja Dibakar, Polisi Masih Selidiki Terduga Pelaku

“Kami sudah menyampaikan somasi kepada Humas Polres Bondowoso,” ucapnya.

Berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.Id, sejumlah wartawan yang berada di lokasi kejadian dilarang untuk mengambil dokumentasi saat proses evakuasi. Bahkan oknum polisi yang menghardik wartawan agar tidak mengambil gambar itu, juga mengangkat tongkat dengan nada mengancam.

“Wartawan menunggu di sekitar hutan dekat Ponkesdes Binakal untuk mengambil dokumentasi berita mengenai proses evakuasi. Tiba-tiba kami dilarang mengambil gambar dan video oleh oknum polisi, ia sembari mengangkat tongkat dengan nada mengancam,” kata salah satu wartawan media online detik.com, Ichuk S Widarsa.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Perpanjang Penahanan Nikita Mirzani dan Mail Syahputra, Fahmi Bachmid Sebut Polisi Bingung

Selanjutnya kata dia, seorang petugas Basarnas juga sempat didorong oleh oknum polisi, hingga terjatuh. “Tadi saya lihat orang Basarnas sempat didorong oleh oknum polisi itu sampai terjatuh,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini