Selain itu, ungkapan serupa juga disampaikan oleh wartawan Radar Ijen, Ilham Wahyudi. Kata Ilham, ia juga dilarang mengambil foto dokumentasi, dengan kalimat yang terkesan mengancam.
“Oknum polisi itu bilang kalau mereka tidak urus media. Bahkan dengan kalimat ‘tak pentung kamu, jika memaksa’ ,” ungkapnya.
Salah satu anggota Basarnas juga mengakui adanya tindakan arogan dari oknum polisi. Pihak Basarnas yang hendak mengambil dokumentasi laporan juga dilarang.
“Memang benar adanya (sikap arogan oknum polisi) itu. Selain rekan-rekan wartawan, salah satu anggota kami juga mengalami. Padahal kami sedang bertugas bahkan berseragam dan sudah menyampaikan juga untuk melakukan dokumentasi sebagai laporan,” terang salah satu anggota Basarnas yang tidak mau namanya ditulis.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
5 Fakta Penangkapan Fachri Albar yang Kembali Terjerat Kasus Narkoba: Kronologi hingga Barang Bukti, Putra Achmad Albar Diciduk Polisi Sendirian?
3 Kasus Narkoba Fachri Albar, Aktor Inisial FA yang Pernah Jadi Buronan Polisi hingga Direhabilitasi
Lagi! Aktor Ini Diciduk Polisi Buntut Kasus Penyalahgunaan Obat-Obatan Terlarang, Intip 3 Kontroversi Fachri Albar yang Sempat Mengguncang Medsos
Keji! Polisi Beberkan Beberapa Fakta Mengejutkan Soal Bayi 6 Bulan yang Dibanting di Kendari
Merasa Dilecehkan dan Hampir Diperkosa Saat Manggung, Biduan Asal Jember Lapor Polisi Usai Diseret ke Kamar Mandi oleh Pemilik Grup Musik