SketsaNusantara.id - Tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional. Dalam momentum ini, biasanya diwarnai oleh persatuan kaum buruh yang turun ke jalan dan menyuarakan tuntutannya.
Secara singkat, cikal bakal Hari Buruh berawal dari Amerika pada 1 Mei 1886.
Pada masa itu, kaum buruh di sana melakukan aksi besar-besaran untuk menyuarakan masalah ketidakadilan dalam bekerja.
Aksi tersebut berakhir dengan duka atas meninggalnya beberapa rekan, serta dituding sebagai aksi terorisme.
Akibat peristiwa itulah, maka timbul persatuan kaum buruh Internasional yang menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.
Tahun ini diperkirakan sekitar 200 ratus ribu pekerja buruh dari seluruh Indonesia tergabung dalam acara perayaan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta.
Baca Juga: Siapa Marsinah? Kisah Buruh Perempuan yang Menjadi Ikon Perlawanan.
Dikutip SketsaNusantara.id dari kanal Youtube Metro TV, acara perayaan Hari Buruh sangat meriah dan penuh makna melalui orasi dari tokoh-tokoh penting.
Musisi terkenal Indonesia seperti band Tipe-X juga turut memeriahkan perayaan dengan suguhan musiknya.
Selain sajian hiburan, tampak pada pertemuan hari ini adalah partisipasi Presiden Prabowo, serta jajaran tokoh pemuka masyarakat lainnya.
Said Iqbal selaku tokoh penggerak kaum buruh juga berkesempatan menyampaikan orasi.
Dalam pidato singkatnya, beliau menyuarakan 6 tuntutan kepada Presiden Prabowo sebagai berikut: