“Jadi AS menciptakan sendiri suatu rezim global yang sekarang dianggap rezim global itu menjadi suatu rezim atau sistem yang tidak menguntungkan AS sendiri karena dianggap dimanfaatkan oleh seluruh negara di dunia,” terang Sri Mulyani.
Ia menambahkan, praktik subsidi atau dukungan dagang (trade support) yang diberikan oleh beberapa negara terhadap sektor usahanya menjadi sorotan utama Trump. Presiden AS tersebut menilai, kebijakan itu merugikan pasar domestik AS yang harus bersaing tanpa proteksi serupa.
“Untuk menuju ke marketnya AS dan negara-negara yang kemudian melakukan praktek investasi perdagangan yang dianggap tidak adil, utamanya dengan memberikan subsidi atau trade support kepada dunia usahanya,” pungkasnya.
Pernyataan Sri Mulyani mencerminkan kekhawatiran global atas arah kebijakan proteksionis yang makin ditegaskan oleh AS di bawah Trump. Kebijakan ini bisa memicu ketegangan dagang yang berdampak luas, terutama bagi negara-negara berkembang.
Indonesia pun harus bersiap menghadapi potensi tekanan dari tarif balasan ini. Pemerintah diharapkan memperkuat posisi negosiasi dagang dan menyusun strategi diplomasi ekonomi yang tepat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!