“Jadi AS menciptakan sendiri suatu rezim global yang sekarang dianggap rezim global itu menjadi suatu rezim atau sistem yang tidak menguntungkan AS sendiri karena dianggap dimanfaatkan oleh seluruh negara di dunia,” terang Sri Mulyani.
Ia menambahkan, praktik subsidi atau dukungan dagang (trade support) yang diberikan oleh beberapa negara terhadap sektor usahanya menjadi sorotan utama Trump. Presiden AS tersebut menilai, kebijakan itu merugikan pasar domestik AS yang harus bersaing tanpa proteksi serupa.
“Untuk menuju ke marketnya AS dan negara-negara yang kemudian melakukan praktek investasi perdagangan yang dianggap tidak adil, utamanya dengan memberikan subsidi atau trade support kepada dunia usahanya,” pungkasnya.
Pernyataan Sri Mulyani mencerminkan kekhawatiran global atas arah kebijakan proteksionis yang makin ditegaskan oleh AS di bawah Trump. Kebijakan ini bisa memicu ketegangan dagang yang berdampak luas, terutama bagi negara-negara berkembang.
Indonesia pun harus bersiap menghadapi potensi tekanan dari tarif balasan ini. Pemerintah diharapkan memperkuat posisi negosiasi dagang dan menyusun strategi diplomasi ekonomi yang tepat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
18 Menteri Jokowi yang Dipanggil Prabowo Subianto Siap Duduk di Kabinet Lagi, Ada Sri Mulyani hingga Bahlil Lahadalia
Kekayaan Sri Mulyani, Calon Menteri Keuangan 5 Periode Pilihan Prabowo Subianto, Ternyata punya Hutang Rp9 M
Latar Pendidikan Sri Mulyani, Menteri Keuangan Jokowi yang Dipanggil Prabowo Subianto, Ternyata Lulusan…
Di Sela Kesibukan CEO Roundtable Forum, Presiden Prabowo Subianto Ingatkan Sri Mulyani Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Dingin London
Resmi! Sri Mulyani Umumkan Barang-Barang Mewah dan Jasa Apa Saja yang Dikenakan PPN 12 Persen