Kamis, 4 Juni 2026

Sri Mulyani Bongkar Alasan Trump Terapkan Tarif Balasan: AS Merasa Dizalimi oleh Sistem Global yang Diciptakannya Sendiri

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 1 Mei 2025 | 10:00 WIB
Potret Sri Mulyani, Menteri Keuangan pilihan Prabowo Subianto, mengungkap alasan Donald Trump menarik tarif balasan. (YouTube Gita Wirjawan)
Potret Sri Mulyani, Menteri Keuangan pilihan Prabowo Subianto, mengungkap alasan Donald Trump menarik tarif balasan. (YouTube Gita Wirjawan)

SketsaNusantara.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali menjadi sorotan dengan kebijakan tarif balasan atau resiprokal terhadap negara mitra dagang. Termasuk Indonesia yang turut terdampak.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, mengungkap alasan di balik kebijakan tersebut. Ia mendapatkan penjelasan langsung dalam pertemuan bilateral di Washington DC, 24 April 2025 lalu.

Menurut Sri Mulyani, Trump merasa Amerika Serikat dirugikan oleh sistem pasar global yang berlaku saat ini. Bahkan, sistem itu dianggap menciptakan ketimpangan yang justru merugikan negara penciptanya sendiri.

Baca Juga: Mengejutkan! Survey Indikator Politik Indonesia (IPI) Ungkap Sosok Ini Melesat Kalahkan Sri Mulyani dalam Hal Kepuasan Kinerja Kabinet

Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu dalam konferensi pers “APBN KITA” di kantor Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Rabu, 30 April 2025.

Pemerintah Amerika Serikat kembali mengambil langkah tegas di bidang perdagangan internasional. Presiden Donald Trump diketahui menerapkan kebijakan tarif resiprokal atau balasan kepada sejumlah negara mitra dagang, termasuk Indonesia.

Langkah ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa AS, sebagai salah satu pencipta sistem global modern, kini justru menilai sistem itu merugikannya sendiri?

Baca Juga: Geram! Soimah Laporkan Akun yang Catut Namanya untuk Penipuan Giveaway, Sri Mulyani Ikut Terseret

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia, memberikan penjelasan langsung dari hasil kunjungannya ke Washington DC pada 24 April 2025. Dalam sejumlah percakapan bilateral, terungkap bahwa AS merasa tidak diuntungkan dari sistem global yang selama ini berlaku.

“Jadi di Washington kemarin headline dan topik paling menonjol adalah statement AS bahwa mereka merasa dizalimi oleh sistem di pasar global,” ujar Sri Mulyani.

Lebih lanjut, Menkeu menyebut bahwa sistem pasar global yang dianggap tidak adil ini justru merupakan hasil desain dan inisiasi Amerika Serikat sendiri pasca Perang Dunia II.

Baca Juga: Menteri Keuangan Sri Mulyani Menyasar Kepada Anak-Anak SD, Harus Belajar Dunia Saham Sejak Dini, Kenapa?

AS membentuk berbagai lembaga internasional seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia (World Bank), sebagai arsitektur utama tata kelola ekonomi global.

Namun kini, Sri Mulyani menyebut bahwa AS justru merasa sistem tersebut dimanfaatkan oleh negara lain, dan tidak lagi menguntungkan bagi mereka.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X