Wety mengaku kurang berhati-hati, khususnya saat membuat konten yang bisa memancing pro kontra publik di media sosial.
"Saya meminta maaf karena kurang berhati-hati dalam membuat konten yang mungkin sebetulnya tidak perlu dipublikasikan di media sosial. Adapun konten itu terkait bagian pembelajaran biologi kelas 11 tentang reproduksi," ujarnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa video tersebut telah dihapus dari akun pribadinya. Namun, terkait sejumlah akun lain yang telah merepost video itu, Wety mengaku hal tersebut sudah berada di luar kendalinya.
"Saya menerima kritik dan saran dari netizen agar ke depannya lebih berhati-hati," tegasnya.
Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya etika, batas privasi, dan pertimbangan matang sebelum menyebarkan konten ke publik.
Meski telah meminta maaf, netizen masih bereaksi atas unggahan Wety di media sosial.
“Gak gitu juga kali bu, kalo pelajaran Biologi mngenai reproduksi atau s*x memang penting. Tapi pas pelajaran siswa, siswi jangan jadi satu. Siswa laki harus keluar kelas dan begitu sebaliknya. Siswi apa gak malu gambarnya diliat siswa laki?,” tulis netizen.
“Kenapa pada berpikiran buruk deh. Kan memang ini ada di materinya, apa siswanya pada salah paham,” balas netizen lain.
“Normal kale dari jaman rano karno muda sekolah memang seperti ini metode pelajaran biologi.
Banyak sdm rendah berlagak jadi hakim menjudge suatu judul berita dan dia gak paham isi narasinya maksud dan tujuannya,” komentar lainnya.
“Lu pada ga pernah belajar ini kah? Bu gurunya juga ngepost suasana kelasnya yang sedang ujian, ini bukan spesifik ke gambar yang dibikin setiap anak,” balas netizen lain dengan nada geram.
***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI