SketsaNusantara.id - Rencana ‘Pendidikan Militer’ yang bakal diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai pro dan kotran di kalangan publik.
Sebelumnya, melalui akun Instagramnya, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa pemerintah Jawa Barat akan memulai program khusus bagi anak ‘bermasalah’.
Program tersebut yakni pendidikan kedisiplinan di barak militer bagi siswa bermasalah selama 6 bulan hingga 1 tahun.
Program tersebut rencananya bakal mulai diuji coba pada tanggal 2 Mei 2025 mendatang.
“Kami akan segera mengambil keputusan dan mulai berlaku tanggal 2 Mei 2025,” tuturnya seperti dikutip dari Instagram @dedimulyadi71.
Rencana Dedi Mulyadi ini pun menuai sorotan, termasuk kritik dari berbagai pihak, termasuk dari sutradara ternama Joko Anwar.
Sutradara asal Medan ini menilai rencana Dedi Mulyadi tersebut bukanlah solusi yang tepat.
“Kang @DediMulyadi71, mengirim anak-anak yang ‘bermasalah’ ke barak militer atau institusi yang mengajarkan kedisiplinan dengan kepatuhan bukan solusi yang tepat,” cuit Joko Anwar lewat akun X-nya @jokoanwar.
Sutradara film Pengepungan di Bukit Duri ini pun menjabarkan beberapa alasannya mengkritisi rencana mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Menurut Joko, mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer tidak lantas membuat seseorang memahami alasan perilaku anak tersebut.